Ramadan

Apakah Anjuran Berbuka Puasa dengan yang Manis-manis Sesuai dengan Ajaran Islam?

Berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang manis disebut-sebut dapat mengembalikan energi yang hilang karena seharian beraktivitas.

Sajian Sedap
Kolak, takjil untuk buka puasa yang manis. 

TRIBUNAMBON.COM - Kita tentu sering mendengar anjuran 'berbukalah dengan yang manis'.

Berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang manis disebut-sebut dapat mengembalikan energi yang hilang karena seharian beraktivitas tanpa mendapat asupan nutrisi.

Namun, apakah anjuran berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang manis itu benar sesuai ajaran Islam dan terdapat dalilnya?

Berikut penjelasan dari Siti Choiriyah, M.Ag., dosen Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Surakarta.

Menjawab pertanyaan itu, Siti Choiriyah menyampaikan hadits riwayat (HR) Ahmad dan Abu Daud.

Cara Mengatasi Kulit Kering karena Berpuasa, Menu Sahur dan Berbuka Sangat Berpengaruh!

Ramadan Segera Tiba, Ini 6 Tips Mengatasi Bibir Kering saat Berpuasa, Menu Sahur & Buka Berpengaruh!

Siti Choiriyah, M.Ag., dosen Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Surakarta
Siti Choiriyah, M.Ag., dosen Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Surakarta (Youtue Tribunnews.com)

"Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menyampaikan terlebih dahulu hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud," jawab Siti Choiriyah kepada mengutip tayangan kanal Youtube Tribunnews.com.

Berikut bunyi dari HR Ahmad dan Abu Daud tersebut:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل ان يصلي فان لم يكن رطبات فتمرات فان لم يكن تمرات حسا حسوات من ماء رواه أحمد وأبو داود والترمذي

Artinya, "Rasulullah Saw. berbuka puasa dengan beberapa kurma matang dan basah sebelum melangsungkan shalat.

Kalau tak ada kurma basah, Rasulullah Saw. berbuka dengan kurma kering.

Halaman
1234
Penulis: Fitriana Andriyani
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved