Virus Corona

Berikut Daftar Orang yang Rentan Terinfeksi Virus Corona, Termasuk Wanita Hamil

Virus Corona masih terus mewabah, bahkan hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah telah melaporkan virus menjadi Pandemi Global.

Miguel MEDINA / AFP
Sebuah pandangan diambil pada 20 Maret 2020 di Cremona, tenggara Milan, Italia menunjukkan petugas kebersihan dengan alat pelindung mendisinfeksi tempat tidur pasien di salah satu tenda dari rumah sakit lapangan yang baru saja beroperasi untuk pasien virus corona, yang dibiayai oleh LSM bantuan bencana Kristen evangelikal AS, Samaritan's Purse . Sepenuhnya operasional, struktur akan terdiri dari 15 tenda, 60 tempat tidur, 8 di antaranya akan berada dalam perawatan intensif. 

TRIBUNAMBON.COM - Virus Corona (Covid-19) masih terus mewabah, bahkan hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah telah melaporkan virus menjadi Pandemi Global.

Banyak korban pun masih terus bertambah, sehingga beberapa negara telah memberlakukan penguncian (lockdown).

Juga kebijakan-kebijakan lainnya seperti di Jakarta, Indonesia, yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sementara itu banyak himbauan-himbauan yang diberikan kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga kesehatan baik diri sendiri maupun keluarga.

Juga memahami seperti apa gejala covid-19 ketika menginfeksi tubuh.

Gejala muncul kapan saja antara dua hingga 14 hari setelah terpapar, dan beberapa orang memang lebih berisiko terkena penyakit daripada yang lain.

Dilansir dari Express.co.uk, NHS atau program layanan kesehatan masyarakat di Inggris merekomendasikan orang dengan gejala yang bahkan ringan harus menghindari pergi ke rumah sakit, apotek atau dokter mereka.

Hal tersebut untuk menghindari potensi penyebaran virus semakin masif lagi.

Selain itu ada peringatan bagi beberapa kelompok orang yang lebih berisiko terpapar virus corona

NHS menyatakan sementara virus dapat menyebabkan penyakit serius pada siapa pun, namun lebih parah bagi kelompok tertentu yang akan lebih parah dari lainnya.

Berikut daftar orang-orang yang masuk dalam kelompok berisiko tinggi:

1. Mereka yang telah menjalani transplantasi organ
2. Mereka yang menerima perawatan kanker tertentu
3. Mereka yang memiliki kanker darah atau sumsum tulang, termasuk leukemia
4. Mereka dengan kondisi paru-paru yang parah seperti cystic fibrosis
5. Mereka yang memiliki kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
6. Mereka yang minum obat yang melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka
7. Wanita hamil dengan kondisi jantung yang serius
8. Orang di atas 70 tahun

GEJALA

Para peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Wuhan, China telah menyebutkan bahwa sakit kepala dan pusing bisa menjadi indikator bahwa seseorang telah terinfeksi virus corona (Covid-19).

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis 214 pasien coronavirus , bertanya kepada mereka tentang gejala awal mereka.

Dilansir dari Mirror.co.uk, hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 persen mengalami beberapa bentuk gejala neurologis, termasuk sakit kepala, pusing, peradangan otot dan nyeri saraf.

Dalam beberapa kasus, gejala-gejala ini digambarkan bersamaan dengan gejala pernapasan, termasuk batuk dan demam.

Namun, dalam kasus lain, pasien hanya mengalami gejala neurologis.

Dalam penelitian mereka, yang diterbitkan dalam JAMA Neurology , para peneliti, yang dipimpin oleh Ling Mao, menjelaskan soal hal tersebut.

“Beberapa pasien tanpa gejala khas Covid-19 yakni demam, batuk, anoreksia, dan diare datang ke rumah sakit dengan hanya mengalami gejala neurologis," terangnya.

Mendengar dan membaca terlalu banyak kabar tentang wabah virus corona membuat sebagian orang merasa stres dan cemas berlebih. Berikut cara mengatasinya!
Mendengar dan membaca terlalu banyak kabar tentang wabah virus corona membuat sebagian orang merasa stres dan cemas berlebih. Berikut cara mengatasinya! (potential.com)

“Oleh karena itu, untuk pasien dengan Covid-19, kita perlu memperhatikan keluhan pada neurologis mereka, terutama bagi mereka dengan infeksi covid-19 parah."

"Lantaran hal tersebut mungkin berkontribusi pada kematian mereka," lanjutnya.

“Selain itu, selama periode pandemi covid-19, ketika melihat pasien dengan gejala neurologis ini, dokter harus mempertimbangkan infeksi SARS-CoV-2 sebagai diagnosis diferensial untuk menghindari keterlambatan diagnosis atau kesalahan diagnosis dan pencegahan penularan.”

5 Gejala Ringan Terinfeksi Virus Corona yang Mungkin Tak Disadari, Termasuk Sering ke Toilet

Para ahli mengatakan ada beberapa indikator lain atau gejala ringan yang bisa menunjukkan bahwa seseorang telah mengidap virus corona (Covid-19).

Gejala ringan dapat terjadi sebelum seseorang mengalami gejala utama, yakni demam, hingga sesak napas.

Berikut gejala-gejala ringan yang mungkin saja tak disadari bisa saja menjadi awal voris corona menjangkiti tubuh.

Rekaman Rahasia Bocor, Terungkap Rumah Sakit Ini Biarkan Mayat COVID-19 Menumpuk di Satu Ruang

DAMPAK CORONA: Penjualan BBM Merosot, Terendah Sepanjang Sejarah Pertamina

Viral Foto Kwitansi Biaya Perawatan Jenazah Pasien COVID-19 Rp 15 Juta, Ini Kata Pemkot Tangerang

1. Sering ke Toilet

Dilansir dari The Sun, gejala ringan tersebut di antaranya sering pergi ke toilet.

Meskipun tidak ada jumlah normal namun orang yang positif Virus Corona membutuhkan lebih banyak waktu dari biasanya.

Dokter 4 U GP Dr Diana Gall menjelaskan kepada Express:

"Masalah pencernaan dan perubahan kebiasaan buang air besar sehingga menjadi lebih sering pergi ke toilet, kadang-kadang merupakan tanda pertama bahwa Anda mengalami sesuatu, bukan hanya dengan coronavirus ini."

"Namun, diare telah dilaporkan sebagai gejala awal pada pasien yang kemudian dites positif untuk Covid-19."

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam American Journal of Gastroenterology, menganalisis data 204 pasien dengan Covid-19 di provinsi Hubei China dan menemukan hampir 50 persen mengalami diare, muntah, atau sakit perut.

2. Infeksi mata

The British Association of Otorhinolaryngology, yang mewakili para ahli kedokteran telinga, hidung dan tenggorokan, menjelaskan bahwa konjungtivitis infeksi mata mungkin juga merupakan tanda idap virus corona.

Dalam sebuah pernyataan, dokumen tersebut mengatakan bukti dari negara lain bahwa titik masuk untuk virus corona sering di daerah mata, hidung dan tenggorokan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Ophthalmology menemukan bahwa 31,6 persen dari 38 pasien dengan covid-19 di rumah sakit di provinsi Hubei memiliki gejala yang berkaitan dengan mata, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan dalam skala yang lebih besar.

3. Kehilangan bau dan rasa

Sejumlah orang yang mengalami infeksi virus corona pertama kali melaporkan kehilangan indra penciuman atau rasa

Diperkirakan kehilangan kemampuan untuk mencium atau merasakan bisa disebabkan oleh virus yang menghancurkan sel-sel di hidung dan tenggorokan.

Para ahli mengatakan itu adalah sesuatu yang biasa dialami orang-orang setelah memiliki jenis virus corona lainnya, seperti flu biasa.

Prof Carl Philpott, dari Norwich Medical School di UEA, mengatakan:

"Coronavirus sebelumnya telah dikaitkan dengan apa yang kami sebut sebagai kehilangan penciuman pasca-virus, ini adalah penciuman yang berlanjut setelah masuk angin."

"Ada banyak virus pernapasan yang berpotensi menyebabkan masalah dengan reseptor bau."

"Sejauh ini dengan Covid-19, kehilangan bau tampaknya bersifat sementara tetapi hanya seiring waktu berlalu kita akan tahu berapa banyak orang yang memiliki kehilangan yang lebih permanen."

Ryan Van Waterschoot berakhir di rumah sakit selama 10 hari dengan coronavirus, dan kehilangan indera penciuman dan rasa adalah beberapa gejala pertama.

 

Hanya sehari setelah kehilangan kedua inderanya, ia merasakan gejala dari kelelahan menjadi tidak bisa bergerak hanya dalam satu hari.

Hal tersebut terjadi sebelum suhunya naik dan ia dilarikan ke rumah sakit, di mana ia diberi oksigen selama lima hari.

4. Sulit Fokus dan Konsentrasi 

Beberapa orang mungkin mengalami Foggy Head, juga dikenal sebagai kelelahan mental, sebagai gejala lain dari coronavirus.

Foggy Head memiliki arti mereka merasa seakan kabut menyeliputi otak atau pikirannya, membuat mereka sulit fokus, konsentrasi sulit mencerna informasi, dan pelupa.

Karantina mandiri corona
Karantina mandiri corona (Freepik)

Ini tidak secara resmi dianggap sebagai gejala tetapi merupakan indikator lain yang dilaporkan dialami oleh mereka yang mengalami penyakit virus corona.

Thea Jourdan (50) mengatakan dia tidak mengalami batuk atau demam, sebaliknya dirinya mengalami gejala Covid-19 dimulai dengan rasa geli di tenggorokan dan sakit kepala.

Ibu tiga anak, dari Hampshire ini mengatakan dia kemudian mulai mengalami Foggy Head.

"Awalnya saya merasa lelah, seolah-olah tidak punya pilihan selain pergi ke tempat tidur. Saya tidak punya batuk dan saya tidak demam."

"Tapi aku punya sensasi aneh tentang sesuatu yang berada jauh di dalam paru-paruku, hampir seperti menghirup bedak."

"Aku juga punya Foggy Head. Aku bahkan tidak bisa mengisi formulir dari sekolah anak-anak. Aku hanya ingin tidur."

5. Kelelahan

Gejala lain yang dilaporkan pasien coronavirus adalah perasaan sangat lelah sebelum gejala berkembang.

Menurut sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association, hingga 44 persen dari mereka yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 melaporkan kelelahan dan kelelahan.

(TribunAmbon.com/Garudea Prabawati)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved