Virus Corona

DAMPAK CORONA: Penjualan BBM Merosot, Terendah Sepanjang Sejarah Pertamina

Adanya pandemi virus corona (covid-19) telah mendatangkan dampak bagi dunia bisnis, termasuk yang terjadi di Indonesia.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
ILUSTRASI : Teknisi memeriksa tabung bahan bakar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dipasang pada truk tangki pada pengenalan konversi bahan bakar gas untuk transportasi industri di kompleks perkantoran Pertamina di Jakarta, Rabu (10/12/2014). Truk berbahan bakar LNG sudah diuji coba untuk angkutan pertambangan dengan hasil lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar minyak dan lebih ramah lingkungan. 

TRIBUNAMBON.COM - Adanya pandemi virus corona (covid-19) telah mendatangkan dampak bagi dunia bisnis, termasuk yang terjadi di Indonesia.

Di antaranya dirasakan PT Pertamina (Persero) yang menyatakan, penjualan bahan bakar minyak ( BBM) mengalami penurunan siginfikan sejak Maret 2020.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati melaporkan penjualan rata-rata harian BBM jenis premium dan perta series mengalami penuruanan sebesar 16,78 persen pada Maret 2020 dibandingkan rata-rata penjualan harian Januari dan Februari 2020.

Hal serupa juga terjadi pada penjualan BBM jenis solar, dexlite, dan pertadex yang mengalami penurunan sebesar 8,38 persen.

Dilansir dari Kompas.com, Hal ini utamanya dikarenakan, menurunnya mobilitas masyarakat, sehingga konsumsi BBM juga mengalami pelemahan.

Pihaknya mengatakan sejak diterapkannya imbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH), penjualan BBM terus mengalami penurunan setiap harinya.

Termasuk dengan adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

"Dengan PSBB di DKI Jakarta dan akan dilanjutkan dengan daerah lain, ini akan semakin tertekan," kata Nicke dalam rapat panitia kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4/2020).

Bahkan, penjualan BBM di berbagai kota besar tercatat sudah mengalami penurunan di atas 50 persen.

Adapun beberapa wilayah yang mengalami penurunan rata-rata penjualan BBM di atas 50 persen adalah, DKI Jakarta turun 59 persen, Bandung turun 57 persen, dan Makassar turun 53 persen.

"Ini situasi yang belum pernah terjadi. Jadi kalau dilihat adalah sales terendah sepanjang sejarah Pertamina," ujar Nicke.

Penurunan penjualan BBM ini diyakini akan berdampak terhadap kinerja Pertamina.

"Tentu saja ini akan berdampak besar dengan operasional kilang dan sisi keuangan Pertamina," ucap Nicke.

(Kompas.com/Rully R. Ramli)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Imbas Corona, Penjualan BBM Pertamina Terendah Sepanjang Sejarah

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved