Breaking News:

Royal Family

Meghan Markle Larang Pangeran Harry Jenguk Pangeran Charles yang Positif Idap Corona

Pangeran Charles diberitakan positif idap virus corona (Covid-19). Pangeran Harry pun merasa frustrasi dengan kondisi sang ayah.

Fox News
Sebanarnya Meghan Markle dan Harry tak ingin meninggalkan Kerajaan Inggris, tapi tak ada pilihan lain. Meghan Markle tertekan, Harry merasa bersalah. 

Dan Meghan telah menceritakan kepada teman-temannya bahwa suaminya merasa 'tidak berdaya' dan 'khawatir' tentang keadaan Ratu dan ayahnya Pangeran Charles, selama pandemi virus corona.

"Meghan memberi tahu teman-temannya bahwa Harry telah berkomunikasi dengan Pangeran William dan Ratu dengan cukup konsisten," terang seorang sumber.

"Dia mengatakan krisis dunia ini benar-benar membawa mereka lebih dekat bersama, terutama Harry dan kakaknya Pangeran William."

Harry juga telah menjelaskan kepada mereka bahwa dia akan melakukan apa pun yang dia bisa untuk membantu dari Kanada.

Meghan berkata mereka bersyukur, terutama Harry, bahwa mereka dapat menghabiskan waktu bersama keluarganya sebelum masifnya penyebaran virus corona.

Sementara dalam isolasi diri, Meghan dan Harry mulai bekerja dengan para ahli tentang cara terbaik melayani masyarakat selama masa ini.

Meyakini pandemi juga merupakan krisis kesehatan mental dan merasa 'terdorong untuk membantu.

Update Virus Corona Ambon - Pemprov Maluku Perpanjang Libur Sekolah dan ASN 2 Pekan

Mereka sejak itu menggunakan akun Instagram SussexRoyal mereka untuk berbagi kiat tentang cara tetap aman selama pandemi.

Pasangan tersebut juga membagikan tips menjaga kebersihan dan kesehatan.

"Bagi kita semua, cara terbaik kita dapat mendukung petugas kesehatan adalah memastikan kita tidak melakukan pekerjaan mereka lebih sulit dengan menyebarkan penyakit ini lebih lanjut," ungkap mereka.

Seorang sumber juga mengatakan, hanya karena mereka mengasingkan diri, itu tidak berarti mereka tidak dapat membantu.

Mereka tidak hanya duduk-duduk di rumah tanpa melakukan apa pun.

"Meghan mengatakan kepada lingkaran batinnya bahwa apa yang terjadi di dunia saat ini adalah krisis kesehatan mental. Dia mengatakan mereka bekerja dengan kesehatan mental nirlaba untuk menciptakan semacam sistem dukungan online untuk mereka yang paling rentan, seperti ibu yang baru melahirkan yang menderita depresi pascapersalinan," ujar sumber tersebut.

(TribunAmbon.com/Garudea Prabawati) 

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved