Virus Corona

Update Virus Corona Ambon: Dilaporkan Warga, Dua WNA Vietnam di Maluku Langsung Berstatus ODP

Dua warga negara asing (WNA) asal Vietnam diperiksa Dinas kesehatan Maluku Tengah setelah keberadaan mereka dilaporkan warga setempat.

Freepik
Ilustrasi flu 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Dua warga negara asing (WNA) asal Vietnam diperiksa Dinas kesehatan Maluku Tengah setelah keberadaan mereka dilaporkan warga setempat.

Keduanya langsung berstatus orang dalam pemantauan atau ODP.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Vovid-19 Kabupaten Maluku Tengah, Bob Rahmat,Senin Siang (23/3/20), menyatakan, tim medis telah melakukan pemeriksaan keduanya, hasilnya tidak ada gejala terpapar covid-19.

“Sejauh ini mereka masih aman. Dicek suhu tubuh 36.8 Derajat. Artinya masih normal,” terang Rahmat.

Lanjutnya, usai diperiksa, kedua dibolehkan pulang ke kos mereka6 dikawasan kota Masohi.

Meski begitu keduanya dalam pemantaun atau berstatus ODP.

“Biar pun begitu, mereka dalam pemantauan oleh Puskesmas kota Masohi,” ujarnya.

Ilustrasi corona
Ilustrasi corona (Freepik)

Pemerintah Maluku Tengah sendiri sangat ketat dalam pengawasan WNA pasca terkonfirmasi satu kasus positif Corona di kota Ambon, Minggu pagi (22/3/20).

Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal bahkan akan memulangkan wisatawan mancanegara yang tengah berada di pulau Banda.

Dinas Pariwisata pun telah menutup seluruh destinasi wisata di Maluku Tengah.

Hasil Tracking Pasien Positif Corona, 100 Orang Berpotensi Terpapar di Ambon

100 orang berpotensi terpapar virus corona (Covid-19) dari proses tracking yang dilakukan Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku dan Kota Ambon.

Di mana tim melakukan pelacakan jejak warga Bekasi yang menjadi pasien pertama positif corona di Ambon.

Ketua Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan ada empat tim yang telah dibentuk.

“Ada empat tim yang melakukan tracking itu dari gugus Tugas Pemrpov Maluku dan juga Pemkot Ambon,” katanya kepada jurnalis di Kantor Gubernur Maluku, Senin (23/03/2020).

Dia mengaku tracing dilakukan mulai dari Bandara Pattimura Ambon hotel tempat pasien menginap dan transportasi yang digunakan pasien selama berada di Ambon, termasuk ke RSUD Ambon.  

“Kalau di pesawat dia duduk di kursi berapa, pegang tangan dengan siapa, duduk disamping siapa, di depannya siapa, di belakangnya siapa. Tim kita sudah tracking sampai kesitu, di hotel kontak dengan siapa, kita sudah punya data-data itu. Begitu juga di RSUD dia dilayani oleh perawat di UGD siapa dan seterusnya,” jelas Kasrul.

Dishub Kota Ambon sosialisasi batas penumoang karena corona
Dishub Kota Ambon sosialisasi batas penumoang karena corona (Kontributor TribunAmbon.com/Helmy)

Menurut Kasrul data tracing sementara dilakukan tim, jumlah warga yang berisiko terpapar covid-19 di Ambon bisa bertambah hingga 100 orang.

"Yang satu orang positif ini saja kita tracking ke belakang sudah hampir 100 orang berpotensi. Karena dia pegang tangan disinilah, naik mobil pangkalan mana, dia naik angkot mana, dan kemana saja selama di Ambon,” sebut Kasrul. 

Karena itu Kasrul kembali mengingatkan warga untuk tidak berada di kawasan ramai seperti pasar dan mall dan sementara waktu mengkarantina diri di rumah.  

“Demi kebaikan bersama kami minta warga tidak mengunjungi tempat-tempat ramai  dan menghindari kerumunan massa, patuhilah imbauan pemerintah sudah ada juga maklumat dari Pak Kapolri itu harus dipatuhi,” pintanya.

(Fandy-Insany) 

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved