Mahasiswa PMII Geruduk Kantor Pelni Ambon, Tuntut Kacab Klarifikasi Kisruh di Pelabuhan Yos Sudarso

Sekelompok massa mahasiswa yang tergabung dalam PMII Maluku lakukan demo menuntut agar Kepala Cabang Pelni Ambon mengklarifikasi pernyataannya

Mahasiswa PMII Geruduk Kantor Pelni Ambon, Tuntut Kacab Klarifikasi Kisruh di Pelabuhan Yos Sudarso
Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Massa mahasiswa PMII Maluku geruduk Kantor Pelni Ambon 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON- Puluhan pemuda dari ormas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku seruduk kantor Pelni, dikawasan Jl. Slamet Riyadi, Ambon Rabu (05/3/2020) pagi.

Sekelompok massa menganggap Kepala Cabang (Kacab) PT. Pelni Ambon merusak nama baik kelembagaan.

Pemkot Ambon Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air Bersih, 70 Ribu Liter Sejak Januari

Lantas, mereka memenuhi halaman depan kantor Pelni dan berorasi secara bergantian.

Orasi untuk menuntut Kepala Cabang Pelni, Samto, agar mengklarifikasi pernyataannya yang dimuat di media terkait kisruh di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Selasa (11/02/20) malam lalu.

Dmeo unjuk rasa PMII di Kantor Pelni Ambon Maluku
Dmeo unjuk rasa PMII di Kantor Pelni Ambon Maluku (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Samto dituding mengeluarkan pernyataan yang salah dan memutar balikan fakta, bahwa PMII Cabang Ambon meminta keringanan harga tiket kapal Pelni untuk 50 anggotanya yang akan berangkat melalui pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju Kota Tual.

Namun menurut PMII Maluku, hal itu tak benar  karena anggota PMII yang berangkat hanya berjumlah 7 Orang.

Pemkot Ambon Siap Salurkan Dana Stimulan Tahap 1 Korban Gempa Maluku, Ada Tiga Tahapan

“Kepala Cabang Pelni Ambon harus mengklarifikasi dan meminta maaf kepada PMII secara kelembagaan terkait dengan pernyataan pimpinan pada rabu 12 februari 2020 di media online dan media lainnya," ungkap Ketua PKC PMII Maluku Inda Ulfa Mansyur saat membacakan tuntutan aksi.

"Jika dalam waktu satu kali dua puluh empat jam tidak mengklarifikasi maka kami selaku PMII Maluku akan menindaklanjuti persoalan tersebut ke pimpinan pusat PT. Pelni,” imbuh dia.

Menanggapi tuntutan aksi, Samto tegas menampik tudingan tersebut.

Dia menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang dimuat disejumlah media online.

Meski begitu, Samto tetap meminta maaf sesuai permintaan pendemo.

“Saya secara pribadi meminta maaf," katanya.

"Berkaitan pernyataan tersebut, saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu sama sekali,” kata Samto dihadapan peserta Aksi.

Dia pun mengaku akan bertindak tegas jika ada stafnya yang terbukti bersalah saat kisruh di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Selasa malam (11/02/20) lalu.  (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved