Viral Cuitan Iim Fahima tentang Istri: Bagaimana Bisa Berkembang jika Dikepung Tugas Domestik?
Iim Fahima menuliskan cuitan yang memperjuangkan ibu rumah tangga seharusnya digaji suami dan pekerjaan rumah dikerjakan suami.
"Saat perempuan mandiri finansial, yg mendapat manfaat ngga hanya diri sendiri tapi juga keluarga dan society.
Study menyebutkan, perempuan menggunakan 80% income nya untuk diinvestasikan ke keluarga.
Tp bagaimana bisa berkembang jika dikepung tugas domestik dan GA DIBAYAR?," tulisnya.
Iim Fahima menyebutkan bahwa selama ini banyak para suami dengan dalih agama dan budaya menyerahkan urusan domestik kepada perempuan.
"Twitter saya minggu lalu ramai saat saya men-tweet bahwa Ibu Rumah Tangga WAJIB mendapat bayaran finansial.
Selama ini banyak suami dengan dalih agama maupun budaya, menyerahkan sepenuhnya urusan domestic seperti ngurus anak, cucian, kebersihan rumah masak pada istri," tulisnya.
Ia menambahkan jika di ajaran Islam suamilah yang menjadi penanggungjawab semua urusan.
Padahal, jika rujukannya ajaran Islam, laki-laki penanggung jawab penuh SEMUA urusan rumah.
"Dari mendidik anak, makanan matang, rumah dan pakaian yang bersih hingga menyusui bayi.
Jika suami ngga mampu tenaganya, tp mampu finansial, hukumnya WAJIB bagi suami menyediakan ART," tulisnya.
Iim Fahima menegaskan jika suami tidak mampu membayar Asisten Rumah Tangga, maka suami wajib mengerjakan pekerjaan rumah dan dibantu oleh istri.
"Bagaimana jika tidak mampu membayar ART?
Maka suami WAJIB mengerjakan pekerjaan rumah itu sebisa mungkin, DIBANTU istri.
Jadi istri di sini fungsinya adalah membantu suami. MEMBANTU ya, bukan menjadi penanggung jawab utama.
Paham kan ya, bedanya," tulisnya.