Siswi Pesantren Lahirkan Bayi di Baskom, Polisi Sulit Mintai Keterangan, Terancam 15 Tahun Penjara

AF melahirkan bayi laki-laki yang ditemukan tewas di dalam baskom di pondok pesantren.

Siswi Pesantren Lahirkan Bayi di Baskom, Polisi Sulit Mintai Keterangan, Terancam 15 Tahun Penjara
KOMPAS.COM/DONI
AF Siswi Pondok Pesantren di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan terduga ibu dari bayi laki laki yang ditemukan meninggal dunia di dalam ember sedang menjalani perawatan. 

"Ketika baju terakhir diambil dari dalam ember, saksi melihat bayi laki-laki dengan posisi tengkurap yang diperkirakan sudah meninggal dunia," ungkap AS.

Fraksi PDIP Gelar Tahlilan Taufiq Kiemas di TMP Kalibata, Megawati Tak Terlihat

Wanita Paruh Baya Tewas setelah Menumpang Sepeda Motor, Kebaya yang Dipakai Tersangkut Rantai

Saat itu, AS langsung melaporkan pada pengurus pondok pesantren atas temuan mayat bayi laki-laki di baskom. 

Pengurus pondok meneruskan laporan AS ke Polsek Plaosan.

Mayat bayi laki-laki itu dibawa di RSUD Dr Sayidiman, Magetan, Jawa Timur untuk  divisum.

AF Siswi Pondok Pesantren di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan terduga ibu dari bayi laki laki yang ditemukan meninggal dunia di dalam ember sedang menjalani perawatan.(KOMPAS.COM/DONI)
AF Siswi Pondok Pesantren di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan terduga ibu dari bayi laki laki yang ditemukan meninggal dunia di dalam ember sedang menjalani perawatan.(KOMPAS.COM/DONI)

Berikut lima fakta siswi pesantren yang melahirkan bayi di kamar mandi dan kini terancam hukuman 15 tahun penjara:

1. Awalnya Tidak Mengakui

Setelah mengetahui kejadian itu, AF lantas dibawa ke klinik Muhamamadiyah, Plaosan.

Baik AF maupun pengantarnya, Nur Azizah terkesan tertutup.

Seorang tenaga medis yang menangani AF juga tidak mau memberikan informasi.

Awalnya, AF tidak mengakui telah melahirkan bayi laki-laki.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved