Lebih dari 100 Ribu Warga Bertahan di Pengungsian Akibat Gempa Maluku

Berita terkini gempa Maluku, lebih dari 100 ribu pengungsi bertahan di sejumlah pengungsian

Lebih dari 100 Ribu Warga Bertahan di Pengungsian Akibat Gempa Maluku
Kompas.com Rahmat Rahman Patty
Gempa beruntun 

TRIBUNAMBON.COM - Ribuan warga korban gempa Maluku hingga kini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mencatat, hingga kini lebih dari 100.000 warga di tiga daerah tersebut masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian.

Perbedaan Gempa Maluku, Gempa Bali, dan Gempa Ambon, Termasuk Sesar Aktif Baru yang Belum Dipetakan

“Sampai saat ini, pengungsi gempa yang masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian itu jumlahnya sesuai data yang ada itu 103.301 jiwa,” kata Kepala BPBD Maluku Farida Salampessy kepada Kompas.com saat dikonfirmasi, Kamis (21/11/2019).

Farida menyebut, selain karena rumah mereka mengalami kerusakan, banyak warga masih memilih mengungsi karena takut adanya gempa susulan.

Menurut dia, warga kembali mengungsi setelah gempa magnitudo 5,1 dan 4,5 yang mengguncang Maluku beberapa waktu lalu.

“Data pengungsi itu telah terverifikasi terakhir sejak 24 Oktober 2019 kemarin, tapi sampai saat ini jumlahnya masih seperti itu,” kata Farida.

Sejumlah bangunan kantor pemerintahan di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, rusak parah akibat gempa 5,2 magnitudo yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019).
Sejumlah bangunan kantor pemerintahan di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, rusak parah akibat gempa 5,2 magnitudo yang mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, Kamis (10/10/2019). (Kompas.com/Rahmat Rahman Patty)

Terkait bantuan untuk pembangunan rumah-rumah warga dari pemerintah pusat, Farida mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus mencocokkan data jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan dari tiga kabupaten kota tersebut.

Menurut dia, gempa susulan yang kembali merusak rumah-rumah warga beberapa waktu lalu, membuat data rumah-rumah warga kembali mengalami perubahan.

POPULER Bilik Asmara Kebutuhan Seksual Pengungsi Gempa Ambon, Akankah Seperti Bilik Mesra di Lombok?

Selain itu, sebelumnya data yang dimasukan kabupaten dan kota tidak disertai dengan NIK dan juga kartu keluarga, sehingga dilakukan perbaikan.

“Itu yang masih ditunggu, karena syaratnya itu data warga yang rumahnya rusak harus disertai NIK dan kartu keluarga, makanya kita masih menunggu. Kalau sudah siap langsung kita kirim agar segera diproses," kata Farida.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPBD: Lebih dari 100 Ribu Warga Maluku Masih Mengungsi"
Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved