Breaking News:

Ernest Prakasa hingga Anang Hermansyah Keberatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Digabung

Anang Hermansyah, Ernest Prakasa dan Angga Sasongko kritisi kembalinya sektor ekonomi kreatif atau ekraf ke Kementerian Pariwisata.

Kolase Instagram @anggasasongko/@ernsetprakasa/teibunnews
Anang Hermansyah, Ernest Prakasa dan Angga Sasongko kritisi kembalinya sektor ekonomi kreatif atau ekraf ke Kementerian Pariwisata. 

Menurut dia, Bekraf tak semestinya dilebur dengan sektor pariwisata.

"Ya walaupun ada kekurangan, tetapi, kan, sebagian program Bekraf tuh sudah terlaksana dengan baik. Kalau digabung lagi di bawah (Kementerian) Pariwisata ya gimana ya," ujar Ernest.

Ia tak setuju dengan hal tersebut meskipun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dijabat Wishnutama.

"Maksudnya walaupun dipegang sama Pak Wishnutama orang ekonomi kreatif, kalau handle dua (sektor) itu ya pusinglah," tutur Ernest.

Beragam Tingkah Jenaka Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Beri Selamat ke Diri Sendiri

3. Anang Hermansyah

Penyanyi senior, Anang Hermansyah ditemui saat menghadiri acara di Jakarta, Senin (16/9/2019). Anang berencana menjual rumahnya di kawasan Cinere karena tidak efisien bagi keluarganya meskipun memiliki banyak kenangan. Kini Anang mengaku sedang mengurus rumah barunya yang telah dirancang istrinya, Ashanty di kawasan Jakarta Pusat.
Penyanyi senior, Anang Hermansyah ditemui saat menghadiri acara di Jakarta, Senin (16/9/2019). Anang berencana menjual rumahnya di kawasan Cinere karena tidak efisien bagi keluarganya meskipun memiliki banyak kenangan. Kini Anang mengaku sedang mengurus rumah barunya yang telah dirancang istrinya, Ashanty di kawasan Jakarta Pusat. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Musisi dan politikus  Anang Hermansyah mengkritisi penggabungan kembali sektor ekonomi kreatif dengan Kementerian Pariwisata.

Padahal, menurut Anang, undang-undang yang mengatur ekonomi kreatif baru saja lahir.

"Belum sebulan kita punya UU Ekraf, sekarang justru digabung dengan pariwisata, UU Ekraf tak lagi bermakna," kata Anang dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Sebab, Anang menilai, adanya UU Ekraf tujuannya untuk menjadi tonggak penting kebangkitan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.

Tak Dipanggil Jokowi ke Istana, 6 Tokoh Langsung Diumumkan sebagai Menteri Kabinet Indonesia Maju

Sementara baik ekonomi kreatif maupun pariwisata tidaklah beririsan secara langsung sehingga ketika dua sektor itu disatukan, menurut Anang, alih-alih terjadi peningkatan, malah bisa menjadikan penggarapan dua sektor tersebut tidak fokus.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved