Benny Wenda, Tokoh Separatis Papua Dikabarkan Hadiri Sidang Umum PBB, Ini Tanggapan Kemenlu

Tokoh separatis Papua, Benny Wenda dikabarkan menghadiri Sidang Umum PBB, tetapi ditolak. Berikut tanggapan dari pihak Kementerian Luar Negeri.

Benny Wenda, Tokoh Separatis Papua Dikabarkan Hadiri Sidang Umum PBB, Ini Tanggapan Kemenlu
OXFORD CITY COUNCIL via BBC INDONESIA
Tokoh separatis Papua, Benny Wenda dikabarkan menghadiri Sidang Umum PBB, tetapi ditolak. Berikut tanggapan dari pihak Kementerian Luar Negeri. 

TRIBUNAMBON.COM - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah mengatakan, secara umum, seseorang yang menghadiri sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus terakreditasi dan resmi sebagai delegasi negara tertentu.

"Untuk seseorang menghadiri sidang (umum PBB), dirinya perlu terakreditasi dan resmi merupakan wakil atau bagian dari delegasi negara tertentu," kata Teuku kepada Kompas.com, Minggu (29/9/2019).

Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan munculnya informasi tentang kehadiran tokoh separatis Papua Benny Wenda yang dikabarkan akan menghadiri Sidang Umum PBB, tetapi ditolak.

"Tapi ini saya berbicara kondisi umum, tidak ada keperluan untuk memonitor aktivitas yang bersangkutan," kata dia.

Benar yang Disebut Mabes Polri, Dalang Rusuh Papua Datangi Sidang Umum PBB, PM Australia Beralih

Kendati demikian, pihak Kemenlu belum mendapatkan informasi apa pun terkait hal tersebut.

"Belum ada informasi (soal Benny Wenda ke sidang umum PBB)," ujar dia.

Benny Wenda sendiri dikabarkan berada di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang Umum PBB.

Sebelumnya, menurut delegasi RI asal Papua, Nick Messet, Benny Wenda tidak diizinkan memasuki ruangan tempat sidang digelar.

Dalam keterangannya seperti dikutip TribunnewsWiki, Jumat (27/9/2019), tokoh separatis Gerakan Papua Merdeka itu dilarang karena peraturan baru PBB.

Nick menerangkan, aturan itu adalah hanya warga negara resmi dari negara peserta yang diperbolehkan untuk bisa masuk di ruang sidang.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved