Seorang Ayah Tega Jadikan 2 Putri Kandungnya sebagai Budak Seks Selama 9 Tahun Sejak di Bawah Umur

Seorang ayah di Maluku Tengah tega jadikan kedua putri kandungnya budak seks selama 9 tahun, bahkan saat keduanya masih di bawah umur.

Seorang Ayah Tega Jadikan 2 Putri Kandungnya sebagai Budak Seks Selama 9 Tahun Sejak di Bawah Umur
Freepik
ilustrasi pemerkosaan - Seorang ayah di Maluku Tengah tega jadikan kedua putri kandungnya budak seks selama 9 tahun, bahkan saat keduanya masih di bawah umur. 

TRIBUNAMBON.COM - RAL (54), seorang warga di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, harus berurusan dengan polisi lantaran tega memperkosa dua putri kandungnya sendiri SL (20) dan NL (22).

Ironisnya, perbuatan bejat pelaku itu telah dilakukan pada dua dara dagingnya itu sejak tahun 2010 silam atau semenjak kedua putrinya itu masih bocah.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Julkisno Kaisupy mengatakan, dari keterangan yang diperoleh, tersangka pertama kali melakukan aksi tidak senonoh saat pelaku memanggil salah seorang putrinya SL, ke dalam kamar rumah mereka.

Terbaru Pengakuan Pemeran Video Vina Garut: Dia Mendesak Terus, Kepaksa Seperti Menikmati

Terkini Pembantaian Anak Buah Kapal KM Mina Sejati di Laut Aru, NAsib 23 ABK dan 3 Pelaku Tewas

“Sebelum menyetubuhi SL, tersangka terlebih dahulu mengancamnya. Jadi, karena ketakutan, korban tak bisa berbuat apa-apa sehingga tersangka langsung melancarkan aksinya,” kata Julkisno, kepada Kompas.com, Kamis (22/8/2019).

Usai menyetubuhi korban, lanjut dia, tersangka langsung menyuruh korban keluar dari dalam kamar.

Sejak kejadian itu, kata Julkisno, tersangka kemudian terus mengulangi perbuatannya itu hingga saat ini.

Tidak hanya SL, tersangka juga melakukan hal yang sama pada NL putrinya yang lain.

Berantem hingga Hubungan Terlarang di Penjara, Vanessa Angel Berkisah Kehidupan di Rutan

Kontroversi Barisan Pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe: Najwa Terkejut, Kapolda Berharap

Polisi menyebut, kedua korban tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi melaporkan kejadian yang menimpa mereka itu kepada keluarganya yang lain.

Sebab, tersangka selalu mengancam akan membunuh kedua putrinya itu jika kejadian itu diceritakan kepada sang ibu dan teman-temannya.

“Setiap kali melakukan aksinya itu tersangka terus mengancam kedua korban. Bahkan tersangka melarang keduanya bergaul dengan teman-temannya,” kata dia.

Halaman
12
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved