Resahkan Warga Ambon, BKSDA Maluku Imbau Waspada Buaya di Laut yang Belum Berhasil Ditangkap

BKSDA Maluku imbau warga Ambon waspadai buaya di laut yang berlum berhasil ditangkap dan resahkan warga.

Resahkan Warga Ambon, BKSDA Maluku Imbau Waspada Buaya di Laut yang Belum Berhasil Ditangkap
BKSDA Maluku/RAHMAT RAHMAN PATTY
Sejumlah warga di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon membuat jerat untuk menangkap seekor buaya yang muncul di pantai desa tersebut, Senin (12/8/2019) 

TRIBUNAMBON.COM - Upaya warga bersama petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku untuk menangkap seekor buaya di laut yang meresahkan warga di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, hingga kini belum berhasil dilakukan.

Hewan reptil itu belum juga berhasil ditangkap, meski sudah dipancing dengan bangkai ayam.

“Kami mengimbau agar warga dapat lebih waspada lagi. Kalau boleh jangan dulu beraktivitas di laut untuk sementara, karena buaya belum ditangkap,” kata Staf BKSDA Maluku Seto Semar kepada Kompas.com, Rabu (13/8/2019).

Seto mengatakan, pemasangan jerat untuk menangkap buaya laut tersebut juga telah dilakukan BKSDA Maluku. Namun, buaya tersebut sulit terjerat, karena diduga masih berada di laut.

Ini Gambar Video Pohon Bajakah Hutan Kalimantan, Diklaim Obat Kanker Oleh Penelitian Siswa SMA

Seekor buaya terlihat berenang di Pantai Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Minggu sore (11/8/2019) (FOTO BKSDA MALUKU)

Menurut Seto, sejauh ini pihaknya terus berpatroli dan melakukan pengawasan terhadap keberadaan buaya di area pantai desa tersebut.

Menurut Seto, warga sedikit mengalami kesulitan untuk menangkap buaya, lantaran kondisi laut yang bergelombang.

“Kondisi laut juga tidak baik karena gelombang,” ujar Seto.

Keberadaan buaya tersebut telah meresahkan dan mengancam keselamatan warga di desa tersebut, sehingga buaya itu harus dapat ditangkap.

“Kalau bisa ditangkap hidup-hidup itu lebih baik, tapi kalau dalam kondisi membahayakan, undang-undang membolehkan untuk membunuh buaya tersebut,” kata Seto.

Hewan reptil itu pertama kali muncul di laut Desa Passo, Kecamatan Baguala, pada Senin (11/8/2019) sore.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved