Indonesia Timur
Aparat Temukan Senpi Rakitan Hingga Amunisi di Nabire, 7 WNA Ditangkap
Para WNA itu diduga terlibat aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Papua Tengah.
TRIBUNAMBON.COM - Jajaran Komando Resimen Militer (Korem) 173/Praja Vira Braja menemukan sejumlah senjata api rakitan di kawasan Wadio, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (13/5/2026).
Senjata tersebut ditemukan di rumah yang ditempati tujuh warga negara asing (WNA) asal China.
Para WNA itu diduga terlibat aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Papua Tengah.
Kepada awak media dalam konferensi pers di Nabire, Kamis (14/5/2026), Kepala Seksi Intelijen Korem 173/PVB Kolonel Inf Budi Suradi mengatakan, dalam operasi tambang ilegal terebut, aparat awalnya menemukan sebuah lemari besar yang diletakkan pada posisi tidak wajar.
Curiga, lemari tersebut kemudian digeser dan terdapat sebuah pintu rahasia.
Baca juga: SMAN 1 Pontianak Tegas Tolak Tanding Ulang LCC: Protes Semata Demi Transparansi Hingga Akuntabilitas
Baca juga: Mario Kakisina Bantah Peras Pejabat Pemkot Ambon: Jangan Fitnah Saya karena Dekat dengan Wali Kota
Dibalik pintu itu, ditemukan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan yang bentuknya menyerupai AR-15 atau M16.
Selain itu, petugas menyita satu buah magasen dan tiga butir amunisi tajam produksi Pindad tahun 2001.
"Setelah digeser, ternyata lemari tersebut digunakan untuk menutupi sebuah pintu rahasia. Di balik pintu itulah ditemukan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan," ujar Budi.
Dalam pengembangan lanjutan pada malam harinya, petugas kembali menemukan senapan angin jenis PCP Predator yang telah dimodifikasi untuk menggunakan peluru tajam kaliber 4,5 mm. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Operasi Tambang Ilegal di Nabire: Tujuh WNA China Ditangkap, Dua Pucuk Senjata Mematikan Disita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Senpi-Nabire.jpg)