Buru Hari Ini
Dua Dapur MBG di Namlea Layani 4.000 Penerima, Terkendala Bahan Pangan dan SDM
Dapur SPPG Buru Namlea 1 saat ini melayani 1.940 penerima manfaat, sementara SPPG Buru Namlea 2 melayani 2.074 penerima manfaat.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Dua dapur SPPG di Kota Namlea, yakni SPPG Buru Namlea 1 dan 2, telah beroperasi melayani Program Makan Bergizi Gratis dengan total lebih dari 4.000 penerima manfaat.
- SPPG Namlea 1 terkendala ketersediaan bahan pangan, terutama ikan dan buah tertentu, sementara SPPG Namlea 2 menghadapi tantangan kesiapan SDM sesuai standar gizi.
- Pemda Buru berencana berkoordinasi membantu penyediaan supplier bahan pangan dan penguatan operasional kedua dapur.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
BURU,TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak dua Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Namlea, Kabupaten Buru, kini telah beroperasi dan melayani ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedua dapur tersebut masing-masing adalah SPPG Buru Namlea 1 dan SPPG Buru Namlea 2.
Dapur SPPG Buru Namlea 1 saat ini melayani 1.940 penerima manfaat, sementara SPPG Buru Namlea 2 melayani 2.074 penerima manfaat.
Baca juga: Pengidap HIV AIDS di Malteng Alami Penurunan, Dinkes Catat 93 Kasus di Tahun 2025
Baca juga: Pemkot Ambon Luncurkan Aplikasi Lapor Berita untuk Perkuat Tata Kelola Digital
Meski telah berjalan, masing-masing dapur masih menghadapi tantangan dan kendala operasional yang berbeda.
Kepala Dapur SPPG Buru Namlea 1, Atika Suri Jamlean, mengatakan tantangan utama yang dihadapi pihaknya adalah ketersediaan bahan pangan.
Hal ini disebabkan karena program MBG baru pertama kali dijalankan di Kabupaten Buru.
“Untuk belanja bahan pangan, kami masih bergantung pada pasar. Ketersediaan ikan dan jenis buah tertentu masih cukup sulit,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, buah yang paling sering digunakan saat ini adalah pisang, jeruk, dan semangka karena relatif mudah didapat.
Sementara itu, bahan protein hewani seperti ikan belum digunakan dalam menu harian.
“Untuk saat ini kami masih menggunakan ayam dan susu sebagai sumber protein,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Buru Namlea 2, Aldi Arum Sillia, menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi lebih pada kesiapan sumber daya manusia.
Menurutnya, sebagian besar pekerja dan relawan baru pertama kali memasak dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
“Memasak dengan standar gizi tentu berbeda dengan memasak pada umumnya. Ada aturan yang harus dipatuhi, termasuk jenis dan komposisi bahan yang digunakan,” jelasnya.
Meski demikian, upaya koordinasi terus dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.
| Pemuda Buru Soroti Dugaan Rekayasa Pangkat Direktur RSUD Buru |
|
|---|
| Pemuda Buru Dukung Kehadiran Pos Pengamanan TNI di Tambang Gunung Botak |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola Bersih, Bupati Buru Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi di Gedung KPK |
|
|---|
| Kapolda Maluku Bawa Pesan Damai Saat Kunjungan Kerja di Kabupaten Buru |
|
|---|
| Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat, Kapolda Maluku Tinjau Pembangunan SPPG Polri di Namlea |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Dua-mbg-namlea.jpg)