Kamis, 30 April 2026

Buru Hari Ini

Harga Bumbu Dapur di Pasar Impres Namlea Awal Tahun 2026 Terpantau Stabil

Pantauan TribunAmbon.com sekira pukul 11.00 WIT Kamis (8/1/2026), harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Impres Namlea pada awal tahun 2026 stabil.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/vera
HARGA PASAR : Potret bumbu dapur di pasar. Harga bumbu dapur di Pasar Impres Namlea terpantau stabil. 

 

Ringkasan Berita:
  • Harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Impres Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, pada awal tahun 2026 terpantau stabil dan cenderung menurun. 
  • Kondisi ini disambut positif oleh para pedagang maupun masyarakat.
  • Pantauan TribunAmbon.com sekira pukul 11.00 WIT Kamis (8/1/2026), harga bawang merah saat ini dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram.
  • Sementara bawang putih berada di angka Rp50.000 per kilogram.

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Ummi Dalila Temarwut

BURU,TRIBUNAMBON.COM - Harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Impres Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, pada awal tahun 2026 terpantau stabil dan cenderung menurun. 

Kondisi ini disambut positif oleh para pedagang maupun masyarakat.

Pantauan TribunAmbon.com sekira pukul 11.00 WIT Kamis (8/1/2026), harga bawang merah saat ini dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram.

Sementara bawang putih berada di angka Rp50.000 per kilogram.

Untuk komoditas cabai, cabai kecil dijual seharga Rp80.000 per kilogram, sedangkan cabai besar berada pada harga Rp40.000 per kilogram.

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 250 M tuk Pembangunan Sekolah Rakyat Maluku Tengah

Baca juga: Harga Ikan di Pasar Impres Namlea Stabil, Cuaca Baik Dukung Hasil Tangkapan Nelayan


Selain itu, harga bahan dapur lainnya seperti lemon dan tomat juga terbilang terjangkau, masing-masing dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram.

Nia Buton, salah satu pedagang di Pasar Impres Namlea mengatakan bahwa harga bumbu dapur saat ini relatif normal dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

“Kali ini bumbu dapur terbilang menurun dan normal, kita beli dari petani pun murah untuk dijual kembali,” ujarnya.

Menurunnya harga tersebut diduga dipengaruhi oleh pasokan yang lancar dari para petani lokal.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved