Buru Hari Ini
Arus Balik 2026, Penumpang KMP Wayangan di Pelabuhan Namlea Turun Drastis
Arus balik tahun 2026 pada kapal feri KMP Wayagan di Pelabuhan Namlea menunjukkan penurunan yang sangat drastis dari tahun 2025.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Arus balik 2026 pada kapal feri KMP Wayagan di Namlea menurun drastis dari tahun sebelumnya.
- Pada minggu pertama, KMP Wayagan mencatat 89 orang penumpang.
- Sedangkan kendaraan Golongan II sebanyak 37 unit, Golongan IV sebanyak 2 unit, dan Golongan V sebanyak 11 unit.
- Sedangkan pada tahun 2025 di periode yang sama, jumlah penumpang mencapai 341 orang.
- Kendaraan yang ikut diangkut tercatat Golongan II sebanyak 189 unit, Golongan IV sebanyak 9 unit, serta Golongan V sebanyak 58 unit.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Ummi Dalila Temarwut
BURU,TRIBUNAMBON.COM - Aktivitas penumpang untuk arus balik tahun 2026 pada kapal feri KMP Wayagan di Pelabuhan Namlea menunjukkan penurunan yang sangat drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada minggu pertama tahun 2026, KMP Wayagan hanya mencatat 89 orang penumpang.
Selain itu, kapal feri ini mengangkut kendaraan Golongan II sebanyak 37 unit, Golongan IV sebanyak 2 unit, dan Golongan V sebanyak 11 unit.
Baca juga: Hari Pertama Sekolah di 2026, Begini Aktifitas Siswa Sekolah Rakyat Malteng
Baca juga: Curi Motor Mantan Istri, Pria di Ambon Dibekuk Buser Polresta
Angka tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pada awal tahun 2025 lalu.
Dalam periode lima hari pertama saat itu, jumlah penumpang mencapai 341 orang.
Adapun kendaraan yang ikut diangkut tercatat Golongan II sebanyak 189 unit, Golongan IV sebanyak 9 unit, serta Golongan V sebanyak 58 unit.
Perbandingan ini menunjukkan penurunan penumpang lebih dari separuh dalam kurun waktu satu tahun.
Hal tersebut sekaligus menandai perubahan signifikan pola mobilitas masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan feri di Pelabuhan Namlea.
Saat TribunAmbon.com menanyakan kondisi tersebut, Ardi Rahman selaku administrasi kapal KMP Wayagan menjelaskan bahwa terbatasnya armada yang beroperasi menjadi salah satu faktor utama penurunan jumlah penumpang.
“Penumpang kali ini berkurang karena hanya satu kapal feri yang beroperasi, sementara satu kapal lainnya sedang naik dok,” ungkapnya pada ruang kerjanya, Senin (5/1/2025).
Selain itu, hadirnya sarana transportasi laut alternatif juga turut memengaruhi minat masyarakat.
Saat ini telah beroperasi kapal cepat di pelabuhan sebelah yang sebelumnya belum tersedia.
“Sekarang sudah ada kapal lain, yaitu kapal cepat. Kalau kemarin itu belum ada, sekarang sudah ada, jadi penumpang feri berkurang,” tutupnya. (*)
| Pemuda Buru Dukung Kehadiran Pos Pengamanan TNI di Tambang Gunung Botak |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola Bersih, Bupati Buru Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi di Gedung KPK |
|
|---|
| Kapolda Maluku Bawa Pesan Damai Saat Kunjungan Kerja di Kabupaten Buru |
|
|---|
| Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat, Kapolda Maluku Tinjau Pembangunan SPPG Polri di Namlea |
|
|---|
| Kunjungi Buru, Kapolda Maluku Tekankan Tambang Gunung Botak Harus Aman dan Berpihak ke Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/KMP-Wayangan-12.jpg)