Selasa, 19 Mei 2026

Buru Hari Ini

Sikap Tegas Kepsek SMAN 1 Buru, Terduga Pelaku Kekerasan Dipulangkan ke Keluarga

Neneng mengungkapkan bahwa keputusan memulangkan terduga pelaku, diambil karena para siswa dinilai sudah melakukan pelanggaran berat.

Tayang:
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Ode Alfin Risanto
Antara/ Chandra
KEPALA SEKOLAH SMAN 1 BURU - Potret Kepala Sekolah SMAN 1 Buru Neneng Yulia saat dikonfirmasi pada kantor cabang dinas pendidikan SMA/SMK di Kota Namlea Kabupatek Buru,Senin (8/12/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut 

NAMLEA,TRIBUNAMBON.COM -  Kepala Sekolah SMAN 1 Buru, Neneng Yulia, angkat bicara usai viralnya video dugaan kekerasan brutal yang dilakukan sejumlah siswa dan menuai kecaman luas.

Dalam pernyataannya, pihak sekolah memastikan telah mengambil langkah tegas terhadap para pelaku dengan memulangkan mereka ke keluarga masing-masing.

Baca juga: FKK Hotel Santika Premiere Ambon Gelar Kerja Bakti Bersihkan GPSDI Ambon

Baca juga: Lamban Tangani Kasus A.S, Kuasa Hukum Ancam Laporkan ke Polda Maluku

Saat dikonfirmasi TribunAmbon.com pada Senin (8/12/2025) di kantor Dinas Cabang SMA/SMK Kota Namlea, Neneng mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil karena para siswa dinilai sudah melakukan pelanggaran berat.

“Kami dari pihak sekolah akan mengembalikan siswa ke pihak keluarga karena mereka melakukan pelanggaran. Ada dua pasal yang kami ambil yakni penganiayaan sampai menimbulkan korban dan pencemaran nama baik sekolah,” jelasnya.

Meski dipulangkan, Neneng menegaskan langkah itu bukan bentuk pemecatan.

Ia menyebut sekolah tetap memberikan fasilitas administrasi apabila siswa ingin melanjutkan pendidikan di sekolah lain.

“Di sini kita kembalikan bukan berarti kita pecat. Kami akan memberikan fasilitas surat pindah dan lainnya. Orang tua mereka yang akan membina dan mendidik mereka,” lanjutnya.

Soal perkembangan proses hukum, Neneng mengaku belum mengetahui secara pasti. 

Namun ia membenarkan bahwa keluarga korban berniat melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

“Terakhir bertemu, keluarga korban bilang akan tetap lanjut di jalur hukum, dan itu hak mereka,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak sekolah telah menggelar pertemuan penyelesaian bersama keluarga korban, keluarga pelaku, lembaga perlindungan anak, serta Polres Buru pada Senin (1/12/2025). 

Dalam forum itu, SMAN 1 Buru mempertegas kembali tata tertib sekolah untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi.

“Kita ambil keputusan ini bukan hanya sebagai efek jera bagi pelaku, tapi juga peringatan keras bagi seluruh siswa lain,” tegasnya.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video berdurasi 4 menit 2 detik viral di media sosial.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved