Rabu, 22 April 2026

Buru Hari Ini

Miris! Plafon Pasar Impres Namlea Rusak, Pedagang Terpaksa Pasang Terpal Saat Hujan

Pasalnya, saat hujan turun, air merembes hingga membasahi lapak pedagang sehingga pemasang terpal agar dagangan tidak rusak.

Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/umi
PASAR IMPRES NAMLEA - Kondisi plafon pasar impes Namlea yang telah di pasang terpal,Jum'at (12/9/2025) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut 

NAMLEA,TRIBUNAMBON.COM -  Kondisi plafon di Pasar Impres Kota Namlea kini memprihatinkan. 

Pasalnya, saat hujan turun, air merembes hingga membasahi lapak pedagang. 

Akibatnya, para pedagang terpaksa memasang terpal agar dagangan mereka tidak rusak terkena air hujan.

Pantauan TribunAmbon.com sekira pukul 09.30 WIT Jum'at (12/9/2025), nampak terpal biru dipasang di bagian dibawah plafon rusak untuk menghindari tetesan air hujan.

Baca juga: Perkiraan Cuaca di Maluku 12 September 2025, Hanya MBD dan Tanimbar Cerah

Baca juga: Bangun Jembatan Toleransi Sejak Dini: Kisah Pertukaran Budaya SD Kristen dan SD Alfatah Ambon 

Seorang penjual ikan, Haji, mengungkapkan bahwa kebocoran di plafon membuat tetesan air hujan langsung menetes hingga ke lapak dagangan dan ini sangat meresahkan sekali.

“Kalau hujan airnya tembus sampai di bawah, makanya kita pasang terpal,” ujar Haji, Jumat (12/9/2025).

Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena selain mengganggu kenyamanan berjualan, juga berisiko merusak kualitas dagangan, terutama ikan yang mudah busuk bila terkena air hujan yang sudah bercampur kotoran dari plafon.

Lebih lanjut, Haji mengakui bahwa sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak berwenang mengenai perbaikan plafon pasar tersebut.

“Untuk perbaikan nya wallahualam, karena pasar ikan gantung saja belum selesai,” tambahnya.

Dirinya berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan memperbaiki kerusakan plafon tersebut, mengingat pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat Namlea. 

Jika dibiarkan berlarut, kondisi ini bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga pembeli yang datang berbelanja di pasar tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved