Permintaan kelapa muda meningkat selama Ramadan, terutama sebagai minuman favorit untuk berbuka puasa.
Di Pasar Binaiya Masohi, kelapa muda dijual sekitar Rp5.000 per buah dan tetap stabil meski permintaan meningkat.
Pedagang menyebut penjualan meningkat sejak awal Ramadan, dengan pasokan kelapa berasal dari wilayah Amahai.
Laporan Jurnalis Tribunambon.com, Silmi Sirati Suailo MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Bulan Ramadan yang penuh berkah hampir memasuki penghujungnya, dan bagi sebagian pedagang, momen Bulan Suci Ramadan menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan. Salah satunya adalah pedagang kelapa muda, yang kini menikmati lonjakan permintaan akan minuman segar dan menyehatkan ini. Di tengah hiruk pikuk ramainya pasar tradisional, pedagang menawarkan kelapa muda yang menyegarkan, menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berbuka puasa.
Pantauan TribunAmbon.com di Pasar Binaiya Masohi, Selasa (10/3/2026) sekira pukul 16.40 WIT, pedagang kelapa muda kian menjamur di Jalan Cengkeh Pasar Binaiya. Berlokasi strategis di area pasar sekira 500 meter dari Pelabuhan Feri Ina Marina, kelapa muda segar banyak ditemui. Harganya terjangkau masih dibanderol Rp 5 ribu per buah, tak mengalami kenaikan pun saat permintaan melonjak. Pembeli tak perlu repot tuk membawa utuh buah kelapa, pasalnya buah langsung dibelah oleh pedagang, daging buah diserut dan dibungkus dengan plastik bening. Di Kota Masohi, harga kelapa muda cukup ramah di kantong, berbanding terbalik dengan Kota Ambon misalnya. Hal itu dibenarkan Ningsih Ningrum (21), mahasiswa Unpatti Ambon yang rutin membeli kelapa muda di lapak Mama Beti. Kata Ningsih, harga kelapa muda di Masohi cukup buat geleng-geleng kepala, ia cukup kaget dan bersyukur bisa menikmati buah kelapa dengan harga terjangkau. "Seng nyangka harga kelapa hanya Rp 5 ribu, itu bahkan sudah langsung dibelah, kalau di Ambon pedagang jual paling Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu," ujar Ningsih. Sementara itu, pedagang kelapa muda, Mama Beti mengungkapkan bahwa permintaan kelapa muda melonjak semenjak awal Bulan Suci Ramadan. "Yang beli banyak, apalagi dalam bulan puasa," ujar Mama Beti singkat. Kelapa yang ia jual dipasok dari daerah Kilo Makariki, Kecamatan Amahai yang terkenal dengan banyaknya pohon kelapa milik warga setempat. (*)