Kamis, 23 April 2026

Malteng Hari Ini

Kabar Baik! STKIP Samaritan Malteng Bakal Tambah Prodi BK dan Manajemen PAK

STKIP Samaritan rencana tambah Prodi Bimbingan Konseling (BK) dan Prodi Manajemen Pendidikan Agama Kristen (PAK).

TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
PENGUKUHAN WISUDAWAN - Prosesi pengukuhan wisudawan STKIP Samaritan Maluku Tengah, di Kota Masohi, Kamis (18/12/2025). 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Menjadi kampus swasta yang telah beroperasi selama 14 tahun di Kabupaten Maluku Tengah, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Samaritan berencana bakal membuka dua Program Studi (Prodi) baru. 

‎Dua Prodi tersebut ialah Prodi Bimbingan Konseling (BK) dan Prodi Manajemen Pendidikan Agama Kristen (PAK). 

‎Kampus dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Samaritan Maluku itu diketuai oleh Dr. David G. Latumahina.

‎Kepada awak media di Kota Masohi, Kamis (18/12/2025), Latumahina menyampaikan rencana pembukaan dua Prodi tersebut.

‎"Harapannya sebenarnya di 14 tahun ini, kita ingin tahun depan ada penambahan jurusan Bimbingan Konseling dan juga Manajemen Pendidikan Agama Kristen," ujar David.

Baca juga: HUT ke-22 SBT, Bupati Fachri: Lapangan Kerja dan Infrastruktur Belum Merata

Baca juga: Diduga Lalai, Panitia Road Race Aru Diminta Bertanggung Jawab atas Kritisnya Ojan Tuasikal



‎Diharapkan dengan penambahan Prodi tersebut maka tiga atau lima tahun kedepan terbentuknya Universitas Kristen. 

‎"Saya kira itu, dan dari sisi keuangan masih terbatas dan banyak hal. Saya tidak pernah takut, mungkin keliru dalam menjalankan regulasi atau menafsirkan regulasi pemerintah, bahwa mahasiswa harus kuliah sampai empat tahun, tapi ada kebijakan-kebijakan yang bisa membantu mereka," jelas Dr. David Latumahina
‎ 
‎Usai mewisuda para mahasiswa, Drm David berharap agar para lulusan bisa diterima untuk bekerja secara khusus di Pemda Maluku Tengah dan juga tempat-tempat yang lain. 

‎"Mungkin sebagian besar dari mereka bisa lulus PPPK, bisa sertifikasi. Termasuk penyuluh dalam konteks gereja. Jadi bukan hanya di sekolah tapi juga di gereja," tukasnya.



‎Ia meyebut, para mahasiswa di STKIP Samaritan ada yang berasal dari Papua Barat.

‎"Sebenarnya ini ada tiga kabupaten di Papua Barat yang intens tiga tahun datang belajar di kampus kami, mereka juga bisa lolos PPPK. Memang ada pro kontra namun terpenting kita punya tujuan satu, yakni menolong dan bermanfaat bagi sesama," pungkas David. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved