Malteng Hari Ini
Jembatani Lalu Lintas Warga Banda, Pengemudi Kapal Motor Minta Perbaikan Jembatan
Peran kapal motor cukup vital yakni menjembatani lalu lintas warga Kepulauan Banda.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kapal Motor menjadi moda transportasi laut di Pelabuhan Lamane, Kecamatan Banda.
Peran kapal motor cukup vital yakni menjembatani lalu lintas warga Kepulauan Banda.
Otorita Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Banda memajaki tiap motor Rp 5 ribu per hari.
Pagi-pagi sekali Pelabuhan Kecil dengan konstruksi papan kayu itu nampak sibuk dengan aktifitas masyarakat dari dua kecamatan di Banda.
Menjadi pelabuhan kecil satu-satunya di Kecamatan Banda, setiap hari warga dari Kecamatan Kepulauan Banda melintasi jembatan tersebut.
Jembatan di Pelabuhan Lamane berkonstruksikan papan kayu yang disanggah dengan tiang beton.
Baca juga: Pengembangan Pariwisata di Banda, DPRD: Pemda Harus Perhatikan Infrastruktur Pendukung
Baca juga: Tak Miliki Sistem Daur Ulang, Sampah di TPA Namatimur SBT Makin Menggunung, Warga Pun Khawatir
Luasan area pelabuhan diperkirakan mencapai 300 M⊃2;.
Beberapa sisi kayu pada jembatan nampak rusak juga licin bila terkena air hujan.
Mat (50), salah seorang Pengemudi Kapal Motor berharap agar jembatan bisa segera diperbaiki.
"Kita sering bilang petugas lihat jembatan ini, mereka yang ambil uang maka harus urus jembatan ini lagi," ujar Bapak Mat, Rabu (3/12/2025).
Dengan kondisi jembatan, ia khawatir membahayakan penumpang.
Baca juga: Pengembangan Pariwisata di Banda, DPRD: Pemda Harus Perhatikan Infrastruktur Pendukung
Baca juga: Warga Bersyukur, Kerusakan Jalan Dr. J. B. Sitanala Telah Diperbaiki: Terima Kasih
"Jangan sampai penumpang kenapa-kenapa," tukasnya.
Pria yang memiliki tujuh orang anak itu menyampaikan, para pengemudi kapal motor juga diprotes penumpang.
"Penumpang bilang katorang (kita) orang motor (tuk perbaikan jembatan) tapi katorang juga tidak tahu, kita juga bayar (pajak)," ungkapnya.
Ia juga bertanya-tanya, pasalnya setiap hari membayar pajak ke petugas namun kondisi jembatan tak kunjung diperhatikan.
"Jadi masalah jembatan kita tidak tahu, kita juga bayar setiap hari Rp 5 ribu," pungkasnya.
Untuk diketahui, sekira puluhan kapal motor berlabuh di Pelabuhan Lamane, mengantar penumpang pulang dan pergi ke pulau-pulau seberang di Kepulauan Banda. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Lamane-Banda.jpg)