Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Polemik pelayanan publik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi rupanya belum menemui titik terang, lantaran pasien masih dibebankan membeli obat di luar rumah sakit.
Hal itu dikeluhkan salah seorang kerabat pasien dengan inisial DE, dimana obat yang ia belanjakan di luar rumah sakit mencapai Rp. 1,9 juta berdasarkan kwitansi obat yang ia bagikan kepada TribunAmbon.com.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Masohi, Anang Rumuar, mengatakan, proses penyelesaian obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) setiap harinya rumah sakit memproses (dalam jumlah banyak).
"Berbicara tentang proses penyelesaian obat dan BMHP, terkhusus obat tiap hari proses peresepan-nya banyak item obat. Puluhan resep dan macam-macam obat," jelas Rumuar, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Oknum Polisi di Ambon Berusia 49 Tahun Terjeret Perkara Narkotika Jenis Sabu
Baca juga: Polres Tual Luncurkan Baileo Emarina: Rumah Penyelesaian Masalah Berbasis Kearifan Lokal
Ia juga mengulas soal beberapa jenis obat yang dibeli pasien dimana tidak tercover pada Fornas BPJS Kesehatan.
"Obat yang tidak masuk (BPJS), antara lain Pro Liver, Ketocid, Bisolvon Drops Solution, Hepa Q, Sirup yang di nota ke-1," ucapnya.
Walau begitu, Rumuar menyebut ada 1-2 jenis obat di RSUD Masohi yang kehabisan, tapi (kwitansi pembelian obat oleh pasien) itu dibuat dalam daftar pengembalian.
"Dan ada proses pembayaran (pengembalian uang) sesuai kwitansi obat. Obat di Fb (pemberitaan) itu obat rata-rata sebagian besar obat tidak dalam klaim BPJS (obat fornas)," bantah Anang Rumuar.
Sementara itu, dikonfirmasi soal sejumlah pasien BPJS yang masih membeli obat di salah satu apotek ternama di Kota Masohi, Rumuar seakan mengelak.
"Itu hari apa? Minggu ke berapa? Datanya? Apakah obat nya itu dalam Fornas BPJS atau tidak," ucap dia.
Direktur Anang Rumuar juga merespon soal tiga rekomendasi Pemda Malteng tuk benahi manajemen.
"Rekomendasi itu sudah berjalan dan sudah berproses selama ini," cetusnya.
Dikonfirmasi pula soal komitmen pembenahan manajemen RSUD Masohi, Rumuar tidak memberi responnya hingga berita ini diterbitkan. (*)