Dagangan Hilang
Soal Pencurian di Gedung Pasar Mardika, Kadisperindag Akui CCTV Aktif Tapi SDM Tidak Berkualitas
Namun, persoalan utama justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola sistem tersebut.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Kadisperindag Provinsi Maluku, Jais Ely, mengakui sistem kamera pengawas (CCTV) di Gedung Pasar Mardika masih berfungsi normal.
- Namun, persoalan utama justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola sistem tersebut.
- Meski perangkat pengawasan berjalan baik, Jais menegaskan bahwa petugas yang menangani CCTV belum memiliki kapasitas dan integritas yang memadai.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Maluku, Jais Ely, mengakui bahwa sistem kamera pengawas (CCTV) di Gedung Pasar Mardika masih berfungsi normal.
Namun, persoalan utama justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola sistem tersebut.
Pengakuan ini disampaikan menyusul maraknya kasus pencurian di dalam gedung pasar yang belakangan menjadi sorotan publik.
“CCTV tadi saya sudah cek, masih aktif. Dari sisi teknis tidak ada masalah,” ujar Jais saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Rabu (25/3/2026).
Meski perangkat pengawasan berjalan baik, Jais menegaskan bahwa petugas yang menangani CCTV belum memiliki kapasitas dan integritas yang memadai.
Ia bahkan menemukan langsung bahwa ruang pemantauan CCTV tidak dijaga oleh petugas saat dibutuhkan.
“Saat saya masuk ke ruang CCTV, tidak ada orang. Ini masalah SDM. Harus ada orang yang stand by dan bekerja secara real-time,” tegasnya.
Baca juga: Siera Latupeirissa Curhat Realita Musisi di Kota Musik Dunia: Dibayar Rp200 Ribu
Baca juga: Septic Tank Bocor di Desa Nania, Limbah Meluber ke Jalan, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Menurutnya, kelemahan ini berdampak pada lambatnya respons terhadap kasus pencurian yang terjadi di dalam pasar.
Padahal, jika dikelola dengan baik, CCTV dapat menjadi alat bukti kuat untuk menindak pelaku kejahatan.
“Begitu ada kejadian, harus langsung dipantau, dicatat jamnya, siapa pelakunya, lalu dibawa ke kepolisian. Jangan sampai terlambat,” katanya.
Jais menilai, pengelolaan CCTV tidak bisa diserahkan kepada sembarang orang. Dibutuhkan petugas yang profesional, jujur, dan mampu bekerja cepat.
Ia juga mendorong adanya sistem pelaporan darurat di tingkat pengelola pasar agar setiap kejadian bisa langsung ditindaklanjuti.
“Harus ada sistem call atau nomor darurat. Jadi kalau ada kecopetan, langsung dilaporkan dan CCTV bisa langsung tracking secara real-time,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jais menekankan pentingnya koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam menangani kasus pencurian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jais-Ely-baru.jpg)