Jumat, 24 April 2026

Telur Palsu

Hari Ini, Sampel Dugaan Telur Palsu Pulau Ay Dikirim ke Ambon tuk Uji Lab

"Rencananya Sabtu besok baru dikirim sampelnya ke Ambon," terangnya kepada TribunAmbon.com Jumat (23/1/2026) kemarin.

Istimewa
TELUR PALSU - Penemuan Dugaan telur palsu di Pulau Ay, Kepulauan Banda, Minggu (18/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Puskesmas Walang, dr. Fitrah mengaku, sampel dugaan telur palsu yang ditemukan di Pulau Ay akan dikirim ke Ambon, Sabtu (24/1/2026).
  • Ia memastikan pihaknya tetap berupaya mempercepat proses pengiriman sampel agar segera dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan kebenaran temuan tersebut.
  • Katanya, keterlambatan uji lab terjadi akibat kendala koordinasi antar instansi dalam beberapa hari terakhir.

TRIBUNAMBON.COM - Kepala Puskesmas Walang, dr. Fitrah mengaku, sampel dugaan telur palsu yang ditemukan di Pulau Ay akan dikirim ke Ambon, Sabtu (24/1/2026).

Pulau Ai (atau Ay) terletak di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia, di sebelah barat Kepulauan Banda dengan penduduk sekitar 1.000 jiwa itu (Data BPS).

"Rencananya Sabtu besok baru dikirim sampelnya ke Ambon," terangnya kepada TribunAmbon.com Jumat (23/1/2026) kemarin.

Ia memastikan pihaknya tetap berupaya mempercepat proses pengiriman sampel agar segera dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan kebenaran temuan tersebut.

Katanya, keterlambatan uji lab terjadi akibat kendala koordinasi antar instansi dalam beberapa hari terakhir.

“Ada sedikit kendala dalam proses koordinasi yang membuat pengiriman sampel terlambat ke Labkesmas Ambon,” ujar dr. Fitrah.

Baca juga: Jalan Rusak di Pusat Kota Bula, Pengendara Sering Terjebak Genangan Air

Baca juga: Angin Kencang Sebabkan Tinggi Gelombang di Maluku Potensi Capai 2.5 Meter

Dr. Fitrah, menjelaskan ‎sehari usai ditemukan, tepat Senin (19/1/2026) Tim Surveilans-nya langsung meninjau Pulau Ay.

Saat hendak melakukan penyelidikan epidemiologi, sampel telur telah diamankan petugas kepolisian. 

‎"Lalu hari Senin karena memang saya sementara kegiatan di kabupaten saya harus rekon dan saya sudah berangkat, tapi tim kami yang kami bentuk juga tim surveilans turun di Pulau Ay. Lalu waktu kami melakukan penyelidikan ipemediologi dan ternyata telur sudah diamankan, karena kami tidak punya kewenangan untuk mengamankan dan telur-telur itu diamankan oleh pihak kepolisian atau Babinkamtibmas," ujar dr. Fitrah.

‎Ia kemudian berkordinasi dengan Kadis Kesehatan Maluku Tengah, kemudian dilakukan koordinasi untuk pengiriman sampel.

Sebelum itu, ia juga harus berkoordinasi dengan Karantina Kesehatan Wilayah Kerja Kecamatan Banda untuk melakukan sampling. 

‎Pihaknya telah mengamankan sampel di Puskesmas sekitar empat butir telur yang disimpan di suhu dengan standar tertentu.

‎"Dan suhunya semuanya di awasi oleh orang kakarantiaan, mereka yang berwenang untuk sampel, dan kemudian ketika saya sudah di Masohi dan ketika saya melapor ke Balai POM. Tetapi ditolak dengan alasan bahwa kalau telur itu adalah pangan asal hewan jadi kewenangannya bukan ada di Balai POM tapi kewenangannya ada di Dinas Pertanian Bidang Peternakan," terang Dokter.

‎Tak berhenti disitu, Dokter Fitrah akhirnya datang di Dinas Pertanian Bidang Peternakan dan kemudian ia dapat konfirmasi bahwa mereka tidak bisa menerima sampel lantaran tak memiliki alat uji lab dan dr. Fitrah diarahkan ke Dinas Pertanian Bidang Peternakan di Provinsi.

‎Dokter Fitrah akhirnya berangkat ke Ambon langsung ke Dinas Pertanian Bidang Peternakan Provinsi, lagi-lagi ia mendapat jawaban bahwa itu bukan ranah mereka tapi ranahnya Dinas Ketahanan Pangan. 

‎"Lalu saya pergi lagi ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, di dinas tersebut saya dijelaskan bahwa Dinas Ketahanan Pangan ranahnya pangan tumbuhan segar. Jadi saya diminta kembali lagi, ke Dinas Pertanian Bidang Peternakan karena itu ranah mereka," ulasnya.



‎Namun ujung-ujungnya instansi tersebut tidak memiliki alat untuk menjelaskan bahwa telur ini bukan telur asli. Dan kemudian instansi terkait meminta dr. Fitrah ke puskesmas meminta untuk mengirim langsung ke Lab di Maros Sulawesi Selatan.

‎"Jadi maksud saya, saya berfikir bahwa ini bukan kewenangan kami untuk mengirim itu bukan kewenangan Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan dan ini sudah betul-betul saya ikuti dan sesuai penjelasan juga dari pak Kadis Ketahanan Pangan bahwa ini adalah wewenang Dinas Pertanian Bidang Peternakan," imbuh dia.

Diberitakan, Warga Pulau Ay, Kecamatan Kepulauan Banda digegerkan dengan penemuan telur yang diduga palsu, Minggu (19/1/2026).

Dalam video siaran langsung yang beredar di media sosial, ‎salah satu warga menuturkan, ‎kejadian bermula saat warga sedang memasak memasak pada hajatan tahlilan di rumah salah satu warga, dimana ditemukan beberapa telur tak lazim, berbau sepat pekat, tidak berbau seperti telur pada umumnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved