Jumat, 24 April 2026

Telur Palsu

Waduh! Diduga Telur Palsu Beredar di Pulau Ay Banda Maluku Gegerkan Warga

Video beredar, ‎salah satu warga menuturkan, ‎kejadian bermula saat warga sedang memasak memasak dan ditemukan beberapa telur tidak berbau.

Istimewa
TELUR PALSU - Penemuan Dugaan telur palsu di Pulau Ay, Kepulauan Banda, Minggu (18/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga Pulau Ay, Kecamatan Kepulauan Banda digegerkan dengan penemuan telur yang diduga palsu, Minggu (19/1/2026).
  • Dalam video yang beredar, ‎salah satu warga menuturkan, ‎kejadian bermula saat warga sedang memasak dan ditemukan beberapa telur tidak berbau seperti telur umumnya. 
  • ‎Menurut saksi mata, awalnya dikira telur asin, karena ditemukan dalam rak telur bersamaan dengan telur telur lain dengan perbandingan 1 rak yaitu 26:4 dari 30 butir telur per rak.

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Warga Pulau Ay, Kecamatan Kepulauan Banda digegerkan dengan penemuan telur yang diduga palsu, Minggu (19/1/2026).

Pulau Ai (atau Ay) terletak di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia, di sebelah barat Kepulauan Banda.

Butuh satu jam perjalanan dengan speedboat dari Banda Neira untuk tiba di pulau dengan penduduk sekitar 1.000 jiwa itu (Data BPS).

Dalam video siaran langsung yang beredar di media sosial, ‎salah satu warga menuturkan, ‎kejadian bermula saat warga sedang memasak memasak pada hajatan tahlilan di rumah salah satu warga, dimana ditemukan beberapa telur tak lazim, berbau sepat pekat, tidak berbau seperti telur pada umumnya. 

Vid‎eo berdurasi 10 menit 41 detik itu kemudian mendapatkan interaksi dari warganet dengan jumlah tayangan 8,8 ribu dan 111 komentar.

Dalam video, telur yang sudah direbus itu terlihat tampak lebih dominan berwarna kuning.

Kondisi ini pertama kalinya terjadi dalam proses jual beli barang makanan di Pulau Ay.

‎Menurut saksi mata yang tak sempat sebutkan namanya mengaku, awalnya dikira telur asin, karena ditemukan dalam rak telur bersamaan dengan telur telur lain dengan perbandingan 1 rak yaitu 26:4 dari 30 butir telur per rak. 

‎Ada sekitar 4 atau 5 rak telur dengan perbandingan per 1 ikat telur sekitar 4 butir dari masing masing rak.

‎"Olehnya itu, kami Warga Pulau Ay meminta dengan hormat kepada Polsek Pulau Banda untuk menyikapi ini secara serius dan meyakinkan," ujar warga yang tak sempat menyebut identitas dirinya. 

Baca juga: Jadwal Kapal Maluku: 2 Kapal dari Pelabuhan Slamet Riyadi ke Buru dan Malut

Baca juga: Kasus Calo CPNS Kejaksaan di Maluku, Kejati: Jika Terbukti Bakal Dipecat dan Dipidana

‎Tentu, kejadian ini membuat Warga Pulau Ay khawatir ditakutkan telur telur ini beredar luas tanpa adanya pengawasan ketat dari BPOM dan petugas keamanan. 

‎Menanggapi penemuan itu, Polsek Banda pun mengambil tindakan.  Kapolsek Banda, IPTU A. Kasim Rahanyamtel, menyatakan, pihaknya sementara mengecek asal mula telur. 

‎"Untuk telur plastik kami sementara mengecek asal mulanya itu dari mana," Ujar Kapolsek kepada TribunAmbon.com, Senin (19/1/2026).

‎Informasi yang ia peroleh, penemuan telur bermula saat diadakan hajatan orang meninggal.

‎Kini, pihaknya masih mendalami penemuan telur-telur tersebut. 

‎"Karena menurut warga juga pada saat acara hari 7 orang meninggal terdapat telur plastik itu namun belum diketahui dari mana telur tersebut,dan kami masi sementara mendalami asal usul telur tersebut," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved