Sabtu, 25 April 2026

Maluku Hari ini

Akses Utama Warga Kampung Banda Desa Suli Rusak Parah, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Jalan utama yang menjadi akses mobilitas sosial masyarakat setempat itu kini dikeluhkan wargakarena belum mendapat penanganan yang layak.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Novanda Halirat
JALAN RUSAK- Tampak kondisi jalan rusak di kawasan kampung Banda, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (18/1/2026) . 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON-COM, Kondisi jalan rusak di Kampung Banda, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, kian memprihatinkan.

Jalan utama yang menjadi akses mobilitas sosial masyarakat setempat itu kini dikeluhkan warga karena belum mendapat penanganan yang layak.

Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (18/1/2026), permukaan jalan terlihat dipenuhi kerikil yang sudah terlepas. Selain itu, sejumlah lubang berdiameter sekitar 10 hingga 15 sentimeter tampak di sepanjang badan jalan.

Jalan rusak dengan total panjang sekitar 740 meter tersebut diketahui hanya diperbaiki sekitar 10 meter.

Baca juga: Jadwal Kapal Maluku: Sabuk Nusantara 88 Berlayar Rute Ambon hingga Sanana

Baca juga: Oknum Pegawai Kejaksaan di Maluku Janji Loloskan CPNS, Asal Ada Bayaran

Kondisi ini menyebabkan debu beterbangan, yang dinilai berisiko mengganggu kesehatan warga serta menghambat jarak pandang pengendara.

Mirisnya, keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan ini disebut telah disampaikan kepada pemerintah desa.

Namun hingga kini, belum ada penanganan pasti yang dilakukan.

Salah seorang warga, Selvi Lodarmase, saat diwawancarai TribunAmbon.com, mengaku sangat menyayangkan kondisi jalan tersebut. Ia menuturkan, kerusakan jalan dapat berdampak langsung pada kendaraan yang melintas.

“Motor bisa rusak kalau terus-terusan lewat jalan yang seperti gelombang ini,” ujarnya.

Selain merusak kendaraan, debu yang berterbangan juga dinilai mengganggu kesehatan warga dan keselamatan pengendara.

“Ini juga mengganggu kesehatan dengan debu jalan ini,” tambahnya.

Selvi mengungkapkan, sebelumnya masyarakat sempat melakukan perbaikan secara swadaya dengan menggunakan semen dan pasir.

Namun, perbaikan tersebut hanya bertahan sekitar satu tahun sebelum kembali rusak.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut, mengingat jalan itu merupakan akses utama aktivitas masyarakat.

“Katong berharap sekali ada perbaikan jalan,” harapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved