Tual Hari Ini
Turut Campur Polemik Direktur Polikant Tual, PMII Tuding Ketum NU Tak Bijaksana
Ketua PMII Kota Tual sebut persyaratan ada pada proses administrasi awal bukan pada proses pemilihan, kenapa baru dipersoalkan setelah terpilih.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Proses Pemilihan Direktur Politeknik Perikanan Negeri (Polikant) Tual periode 2025–2029, yang dihelat pada 4 Agustus 2025 lalu menyisakan polemik panjang.
Dimulai dari aroma rekayasa saat proses pemilihan, karena panitia seleksi disebut-sebut menetapkan calon direktur yang tidak memenuhi syarat administratif sesuai ketentuan statuta dan Organisasi Tata Kerja (OTK) kampus.
Baca juga: Jalan Rusak di Lorong Waelahan, Kebun Cengkeh, Kota Ambon: Warga Minta Segera Perbaiki
Baca juga: Polemik Sampah di Kota Ambon: 8 Truk Pengangkut Baru Siap Beroperasi Bulan Ini
Hingga, dugaan keterlibatan Ketum PC NU Tual, Echan Rumaf dalam hal pengajuan surat kepada Komisi X DPR RI, bersama Forum Peduli Pendidikan Kota Tual dan Maluku Tenggara (Malra) yang meminta pembatalan kemenangan Usman Madubun dalam Proses pemilihan Direktur Polikant.
"Kami sangat menyayangkan sikap dan langkah dari Ketum NU Tual, yang terkesan tidak bijaksana dan gagal paham terhadap surat yang dilayangkan," kesal Ketua PMII Kota Tual Slamet Notanubun, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, surat yang dilayangkan terkesan tendensius, pasalnya menuding Usman Madubun tak memenuhi syarat pencalonan Direktur Polikant karena belum pernah menjabat sebagai ketua jurusan.
"Secara prosedural Usman Madubun layak mencalonkan diri dan terpilih, karena rekam jejak yang dimiliki, beliau juga pernah menjabat Ketua jurusan, oleh karena itu kami menilai Ketum NU Tual gagal paham," kesalnya.
Dirinya menambahkan, perihal persyaratan ada pada proses administrasi awal bukan pada proses pemilihan, kenapa baru dipersoalkan setelah terpilih.
"Untuk itu kami mengharapkan, Kementerian Pendidikan tinggi agar segera melakukan pemilihan tahap ke dua sesuai jadwal yang sudah di tetapkan," pintanya.
Segenap warga Nahdiyin, lanjutnya menyayangkan sikap Ketum PC NU Kota Tual yang ceroboh dan keliru karena belum memahami akar persoalan tapi berani bersikap.
"Semoga ini dapat menggugah hati dan pikiran yang terhormat Ketum PC NU Kota Tual, untuk lebih teliti dan meninjau ulang keputusan berkaitan dengan keterlibatan tersebut," pungkasnya.(*)
| Tak lama Lagi, Jl. Titian, Fidtaboy Kota Tual Dipasangi Lampu Penerangan |
|
|---|
| Tunggu Antrian BBM, KM Sanus 67 Diperkirakan Berangkat 2 Hari Lagi dari Pelabuhan Tual |
|
|---|
| Enbal Kei, Dari Singkong Beracun Jadi Oleh-Oleh Favorit Bernilai Ekonomi Tinggi |
|
|---|
| Sampah Menumpuk di Tual, DLH Tutup TPS Liar dan Soroti Rendahnya Kesadaran Warga |
|
|---|
| Kadis PUPR Kota Tual Pastikan Komitmen Perbaikan Jalan Raya Ngadi - Dullah Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/POLIKALANT-POLEMIK.jpg)