Kamis, 23 April 2026

Tual Hari Ini

Turut Campur Polemik Direktur Polikant Tual, PMII Tuding Ketum NU Tak Bijaksana 

Ketua PMII Kota Tual sebut persyaratan ada pada proses administrasi awal bukan pada proses pemilihan, kenapa baru dipersoalkan setelah terpilih.

Istimewa
POLIKANT TUAL : Ketua PMII Tual-Malra soroti polemik pemilihan Direktur Polikant Tual. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Proses Pemilihan Direktur Politeknik Perikanan Negeri (Polikant) Tual periode 2025–2029, yang dihelat pada 4 Agustus 2025 lalu menyisakan polemik panjang.

Dimulai dari aroma rekayasa saat proses pemilihan, karena panitia seleksi disebut-sebut menetapkan calon direktur yang tidak memenuhi syarat administratif sesuai ketentuan statuta dan Organisasi Tata Kerja (OTK) kampus.

Baca juga: Jalan Rusak di Lorong Waelahan, Kebun Cengkeh, Kota Ambon: Warga Minta Segera Perbaiki

Baca juga: Polemik Sampah di Kota Ambon: 8 Truk Pengangkut Baru Siap Beroperasi Bulan Ini

Hingga, dugaan keterlibatan Ketum PC NU Tual, Echan Rumaf dalam hal pengajuan surat kepada Komisi X DPR RI, bersama Forum Peduli Pendidikan Kota Tual dan Maluku Tenggara (Malra) yang meminta pembatalan kemenangan Usman Madubun dalam Proses pemilihan Direktur Polikant.

"Kami sangat menyayangkan sikap dan langkah dari Ketum NU Tual, yang terkesan tidak bijaksana dan gagal paham terhadap surat yang dilayangkan," kesal Ketua PMII Kota Tual Slamet Notanubun, Jumat (12/9/2025).

Menurutnya, surat yang dilayangkan terkesan tendensius, pasalnya menuding Usman Madubun tak memenuhi syarat pencalonan Direktur Polikant karena belum pernah menjabat sebagai ketua jurusan.

"Secara prosedural Usman Madubun layak mencalonkan diri dan terpilih, karena rekam jejak yang dimiliki, beliau juga pernah menjabat Ketua jurusan, oleh karena itu kami menilai Ketum NU Tual gagal paham," kesalnya.

Dirinya menambahkan, perihal persyaratan ada pada proses administrasi awal bukan pada proses pemilihan, kenapa baru dipersoalkan setelah terpilih.

"Untuk itu kami mengharapkan, Kementerian Pendidikan tinggi agar segera melakukan pemilihan tahap ke dua sesuai jadwal yang sudah di tetapkan," pintanya.

Segenap warga Nahdiyin, lanjutnya menyayangkan sikap Ketum PC NU Kota Tual yang ceroboh dan keliru karena belum memahami akar persoalan tapi berani bersikap.

"Semoga ini dapat menggugah hati dan pikiran yang terhormat Ketum PC NU Kota Tual, untuk lebih teliti dan meninjau ulang keputusan berkaitan dengan keterlibatan tersebut," pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved