Nus Kei Ditikam
Jenazah Nus Kei Disembahyankan di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang
Jenazah Agrapinus Rumatora akan dimakamkan usai misa di Gereja Katolik Paroki St Joseph Ohoijang setelah dua hari disemayamkan di rumah duka.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Jenazah Agrapinus Rumatora akan dimakamkan usai misa di Gereja Katolik Paroki St Joseph Ohoijang setelah dua hari disemayamkan di rumah duka.
- Rumah duka di Langgur terus dipadati pelayat, sementara istri almarhum telah tiba dari Jakarta untuk mendampingi prosesi.
- Aparat memastikan situasi tetap kondusif pascainsiden penikaman, dengan pengamanan disiagakan selama rangkaian pemakaman.
Lapaoran Jurnalis Tribun-Ambon.com: Jenderal Louis
AMBON, TRIBUN-TIMUR.COM — Jenazah Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora
“Nus Kei” (63),dijadwalkan misa dan disembahyangkan di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang, Jl Jenderal Sudirman, Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa (21/4/2026).
Misa persembahyangan ini setelah dua hari jenazah disemayamkan di rumah duka, Komplek Karang Tagepe, Kelurahan Wetdek, Langgur.
Informasi misa doa ini diperoleh wartawan TribunAmbon.com melalui Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi, usai melayat ke rumah duka, Selasa pagi.
Sehari sebelumnya Kapolres dijadwalkan melayat, bersamaan dengan tibanya Yulianti (54), istri mendiang Nus Kei, dari Jakarta, Senin (20/4/2026) pukul 11.30 WIT.
Gereja Katolik tertua di Langgur ini hanya berjarak sekitar 200 m selatan rumah duka.
Baca juga: Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polda Maluku Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana
Baca juga: Polda Maluku Imbau Keluarga Korban Tahan Diri, Kasus Penikaman Nus Kei Terus Diproses
Gereja Paroki Joseph Ohoijang baru rampung direnovasi tahun 2021 lalu.
Gereja di Langgur Ini adalah titik sentral Gereja Katolik di Keuskupan Amboina.
Ini merupakan tempat pertama berkembang Gereja Katolik di wilayah Maluku.
Sekitar 72,3 persen dari sekira 12 ribu penduduk di Kei Kecil beribadah di Gereja Katolik. Sekitar 22.1 persennya di Gereja Protestan, sisanya di masjid dan Vihara.
Langgur adalah ibu kota tua Kabupaten Maluku Tenggara.
Di isi timur laut ada Kota Tual, salah satu kawasan ekonomi berkembang di Maluku Tenggara.
Kei Kecil dan Tual Ini salah satu gugus pulau terpadat di Provinsi Maluku, setelah Ambon, ibu kota provinsi.
Pulau Kei Kecil dan Kei Besar, termasuk Pulau Dulla yang dihubungkan dengan jembatan Watdek (300 meter) ada sekitar 120 ribu penduduk.
Rumah duka berada di pusat kota tua Langgur, sekitar 150 meter dari Jembatan Usdek atau Watdek dan Pelabuhan Penyeberangan ke Pulau Kei Besar, dan puluhan pulau kecil di gugus kepulauan tenggara Maluku.
Sejak Minggu (19/4/2026) malam, kerabat, sahabat, sekampung dari Pulau Kei Besar, serta tetangga dekat terus berdatangan.
Minggu malam, kawasan tugu Langgur atau Dragon Lama, lebih sepi dari biasanya.
Hingga kemarin, puluhan kerabat keluar masuk ruang tengah untuk berdoa di depan janazah, tokoh masyarakat Kei di Jakarta ini.
Dari pantauan wartawan TribunAmbon.com, di rumah duka, sekitar pukul 12.45 WIT, puluhan kerabat masih berdatangan melayat.
Sore tadi, Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi, juga datang melayat.
Jarak rumah duka ke RS hanya sekitar 120 meter.
RS Perumda berada di Jl Jenderal Sudirman, ruas jalan terlebar dan teramai di Pulau Kei Kecil.
Jalan tua ini juga menghubungkan Bandara Langgur, dan kawasan kota baru di utara Kei Kecil serta ke Pulau Dulla, di timur.
Di sekitar rumah duka ada beberapa kantor pemerintah kabupaten, dan BUMN seperti PLN, dan kantor Mapolsek Kei Kecil. Markas Polres Malra berjarak sekitar 1,5 km ke barat.
Sedangkan pusat kawasan baru Kei Kecil dan di selatan dan utara Pulau Dulla, sekitar 5 km dari rumah duka.
Meski di dekat rumah duka ada markas polisi, tak terlihat aparat berseragam berjaga di jalan.
Kawasan Karang Tagepe termasuk ruas jalan terpadat di Kei Kecil.
ini juga dikenal dengan kawasan Dragon Lama, Ohoijang, pasar tua, rumah toko, dan pusat perbelanjaan modern level kabupaten.
Tugu Langgur hanya berjarak 100 meter dari dari gerbang komplek Karang Tegepe, rumah duka.
WIlayah administratif Kei Kecil dibagi dua, Kei Kecil Barat, Kei Kecil Timur.
Suara bising kendaraan roda dua pemuda di Langgur dan Pulau Dulla, nyaris tak terdengar, sepanjang persemayaman jenazah.
Bahkan sekitar lima jam, listrik umum padam di seluruh kota. Pemadaman mulai pukul 21.30 Wit hingga pukul 12.30 Wit.
Listrik padam hanya sekira sejam setelah jenazah Nus Kei dibawa dengan ambulans RS Perumda Karel Sadsuitubun ke Komplek Karang Tagepe.
Sedangkan Kota Tual mencakup sebagian Pulau Kei Kecil (terutama area pusat kota Tual) dan Pulau Dullah.
Beberapa politisi, tokoh masyarakat Kei Kecil dan Besar juga datang terpisah.
Polda Maluku mengklaim kondisi di Langgur, pasca insiden "kondusif" dan terkendali.
Polisi siaga untuk mengantisipasi eskalasi konflik susulan.
Kawasan Karaang Tegepe, Dragon Lama dan Jembatan Watdek, termasuk hot spot.
Istri almarhum, sekitar pukul 11.40 Wit, juga baru tiba dari Jakarta.
Dia menumpang pesawat Lion Air JT-880, dari Ambon (AMQ) ke Langgur (LUV).
Pesawat ini jugalah yang ditumpangi terakhir kali mendiang suaminya, Nu Kei, saat terbang dari Jakarta (CGK) - Makassar (UPG) - Ambon (AMQ) - dan Langgur (LUV) di Pulau Kei Kecil, Langgur, Minggu (19/4/2026) siang.
Pesawat komersil ini pula yang menerbangkan dua tersangka penikaman Nus Kei, dari tahanan Markas Brimob Dulla Selatan, di Pulau Kei Kecil ke Mako Brimob Polda Maluku.
Dua tersangka, HR (28) dan Fu (36) dikawal sejumlah personel Brimob Malra ke Ambon.
Penerbangan komersil dari Langgur ke Ambon butuh 45 hingga 60 menit.Tiap hari hanya ada satu penerbangan komersil langsung dari Ambon ke Langgur atau sebaliknya. biasanya gunakan Wings Air, anak maskapai Lion Group.
Nus Kei ditikam dua tersangka di teras Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, sekitar 12,5 km dari rumah duka di Perum Karang Tagepe, kawasan Dragon Lama, Kota Langgur.
Bandara Langgur berada di Desa Ibra, sekitar 10 km atau 15 menit perjalanan darat ke Karang Tagepe.
Informasi himpunan wartawan Tribun dari rumah duka, sepanjang siang kemarin, jenazah masih disemayamkan hingga Rabu (22/4/2026).
Perwira Dari Polres juga sudah bertemu pihak keluarga korban Nus Kei dan juga berbicara untuk mengamankan proses pemakaman jenazah.(*)
| Polda Maluku Imbau Keluarga Korban Tahan Diri, Kasus Penikaman Nus Kei Terus Diproses |
|
|---|
| Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polda Maluku Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana |
|
|---|
| Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Tiba Ambon, Dikawal Puluhan Personil |
|
|---|
| Dua Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Diterbangkan ke Kota Ambon: Pemeriksaan di Mapolda |
|
|---|
| Demi Keamanan, Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Diamankan di Mako Brimob |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kei-nus.jpg)