Siswa Tewas Dianiaya
Anaknya Tewas Diduga Dianiaya Brimob Polda Maluku, Ayah: Usut Tuntas
Desakan itu diungkapkan langsung Ayah korban kepada Dansat Brimob Maluku Kombes Irfan Marpaung serta Kapolres Kota Tual
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Ayah korban minta aparat usut tuntas kasus kekerasan yang tewaskan anaknya.
- Terduga pelaku, Bripda Masias Siahaya telah ditahan di rutan Polres Kota Tual.
- Sementara korban, AT (14) telah dikebumikan.
Laporan Wartawan TribunAmbon.Com, Novanda Halirat
TRIBUNAMBON.COM - Keluarga minta keadilan atas aksi kekerasan oknum anggota Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku hingga berujung kematian korban.
Desakan itu diungkapkan langsung Ayah korban kepada Dansat Brimob Maluku Kombes Irfan Marpaung serta Kapolres Kota Tual, AKBP Whansi Des Asmoro saat rombongan datang ke rumah duka.
“Saya minta ini diusut, transparan,” ujar Rijik Tawakal saat dikonfirmasi TribunAmbon.com.
Berulang, Rijik mintakan agar segera diusut tuntas agar persoalan ini tidak bias, dan tidak terulang di kemudian hari.
“Segeralah diusut,” tandasnya.
Sementara itu, Dansat dan Kapolres pilih tak berkomentar ketika dikonfirmasi TribunAmbon.com menyoal aksi yang diduga dilakukan anak buahnya itu.
"Kapolres melaksanakan press release hubungi beliau saja atau kabid humas. Terimakasih," ujar Kombes Irfan kepada TribunAmbon.com.
Baca juga: Anggota Aniaya Siswa Hingga Tewas, Kombes Irfan Marpaung Hingga AKBP Whansi Des Asmoro Pilih Diam
Baca juga: Kurang dari 1x24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Mushola di Ohoi Hako - Malra
Diberitakan sebelumnya, terduga pelaku, Bripda Masias Siahaya telah ditahan di rutan Polres Kota Tual.
Terduga langsung diamankan tak lama setelah kejadian, dan kini kasus dalam penyelidikan.
Sementara korban berinisial AT (14) telah dimakamkan, Kamis (19/02/2026).
Korban lainnya masih dalam perawatan medis di rumah sakit.
Diketahui, peristiwa tersebut bermula saat kedua korban dengan menggunakan sepeda motor melintas di ruas jalan RSUD Maren.
Kemudian seketika dihentikan oleh terduga, lantas diduga dipukul menggunakan helm hingga terjatuh dari atas sepeda motor.
Saat kejadian, kedua korban masih menggenakan seragam sekolah.
Keduanya korban adalah kakak beradik dan masih duduk di kelas IX Madrasah Aliyah Negeri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ilustrasi-kekerasan-x.jpg)