SBT Hari Ini
Cabai Kecil di Pasar Bula Tembus Rp.120 Ribu per Kilogram, Pedagang Mengeluh Untung Tipis
Harga cabai di Pasar Bula masih tinggi, cabai kecil tembus Rp120 ribu/kg.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Harga cabai di Pasar Bula masih tinggi, cabai kecil tembus Rp120 ribu/kg.
- Pedagang mengaku keuntungan tipis karena harga pasok juga mahal.
- Kenaikan harga membuat daya beli turun, pembeli memilih beli dalam jumlah sedikit.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Harga cabai di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terpantau masih tinggi pada Minggu (5/4/2026).
Kenaikan harga terutama terjadi pada cabai kecil yang kini dijual hingga Rp. 120 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang, Mama Ati, mengaku harga cabai kecil dari pemasok sudah mencapai Rp. 110 ribu per kilogram.
Baca juga: Perkembangan Transportasi Udara di Maluku, dari Penumpang hingga Barang Alami Penurunan
Baca juga: Maluku Alami Defisit Neraca Perdagangan 73,05 Juta US Dolar Januari-Februari 2026
Kondisi ini membuat keuntungan yang diperoleh pedagang sangat terbatas.
“Cabai kecil memang mahal, kami ambil juga sudah mahal, Rp. 110 ribu per kilo, jadi tidak banyak untung,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Selain cabai kecil, harga cabai panjang juga terpantau cukup tinggi.
Di tingkat pedagang, cabai panjang dijual Rp. 60 ribu per kilogram, dengan harga pasok dari distributor sekitar Rp. 50 ribu per kilogram.
Sementara itu, komoditas tomat masih relatif terjangkau.
Tomat dijual dengan harga Rp. 20 ribu per kilogram, sedangkan harga pengambilan dari pemasok berada di angka Rp. 15 ribu per kilogram.
Berdasarkan pantauan sebelumnya, harga cabai kecil pada Minggu (28/3/2026) berada di angka Rp. 100 ribu per kilogram, dan cabai panjang Rp. 50 ribu per kilogram.
Adapun harga tomat terpantau masih stabil dan tidak mengalami perubahan dalam sepekan terakhir.
Mama Ati berharap harga cabai bisa kembali stabil agar daya beli masyarakat tidak menurun.
Ia juga mengaku kenaikan harga sering membuat pembeli mengurangi jumlah belanja.
“Kalau harga terlalu tinggi, pembeli biasanya beli sedikit saja. Kami juga berharap harga bisa stabil,” tandasnya.(*)
| Singgung Polemik di Ruang Publik, Bupati Fachri: Lebih Selektif Sikapi Informasi |
|
|---|
| 2 Kali Mengadu, Pedagang Pasar Gumumae Kecewa Tuntutan Tak Direalisasi DPRD |
|
|---|
| Pasar Gumumae Bula Sepi, Pedagang Soroti Maraknya Penjual di Luar Area |
|
|---|
| Groundbreaking Jembatan Garuda Desa Engglas, Ini Pesan Dandim 1502/Masohi |
|
|---|
| Retribusi Tetap Dipungut, Pedagang Pasar Gumumae Bula Keluhkan Minimnya Air Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Cabai-mahal-lao-wgh.jpg)