Rabu, 6 Mei 2026

SBT Hari Ini

Idulfitri Penuh Makna di Geser, Tradisi Aiwat dan Hadrat Satukan Warga

Perayaan Idulfitri 1447 H di Negeri Geser berlangsung khidmat dengan tradisi Aiwat (jabat tangan) dan Hadarat sebagai simbol persatuan.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/ISTIMEWEA
IDUL FITRI - Suasana tradisi Aiwat (jabat tangan) dalam rangka perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Negeri Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Minggu (22/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Perayaan Idulfitri 1447 H di Negeri Geser berlangsung khidmat dengan tradisi Aiwat (jabat tangan) dan Hadarat sebagai simbol persatuan.
  • Sekitar 500 warga ikut dalam arak-arakan yang menjadi ajang silaturahmi, termasuk para perantau yang pulang kampung.
  • Aparat mengimbau masyarakat menjaga keamanan, menjauhi miras, dan tidak mudah terpengaruh hoaks demi suasana tetap aman dan damai.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Negeri Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), berlangsung penuh makna, Minggu (22/3/2026). 

Tradisi turun-temurun Jalan Aiwat (Jabat tangan) dan Hadarat kembali dilaksanakan, kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan masyarakat setempat.

Acara yang dipusatkan di Rumah Adat Negeri Geser ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan warga lokal dengan para perantau yang pulang kampung, bahkan dari luar daerah.

Sebanyak kurang lebih 500 warga turut ambil bagian dalam iring-iringan Aiwat yang dimulai dari Rumah Raja Negeri Geser, kemudian melintasi Dusun Cemara, Dusun Lomin, Dusun Kampung Baru, hingga berakhir di Dusun Kilwaru.

Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Kapolsek Geser, Iptu Mo. Solissa, bersama Raja Negeri Geser, Soilani Kelian. 

Kapolsek Geser, Iptu Mo. Solissa, mengatakan tradisi Aiwat dan Hadarat merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga karena mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Momentum ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi bagaimana kita memperkuat persaudaraan dan menjaga kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Di tengah suasana penuh kekeluargaan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idulfitri.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terutama terkait minuman keras yang sering menjadi pemicu gangguan keamanan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak warga agar bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Mari kita jaga terus tali silaturahmi, tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak mudah terprovokasi hoaks. Dengan begitu, suasana Idulfitri tetap aman, damai, dan penuh kebahagiaan,” tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved