Sabtu, 11 April 2026

SBT Hari Ini

Tarian Cakalele Meriahkan Lebaran di Desa Inlomin Seram Bagian Timur

Serupa tahun-tahun sebelumnya, diiringi dentuman tifa, belasan pemuda dengan membawa parang berlenggok seirama.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
TRADISI - Belasan pemuda Desa Inlomin menampilkan tarian Cakalele saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sabtu (21/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tarian Cakalele meriahkan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Inlomin, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)
  • Aksi belasan pemuda itu menarik perhatian warga.
  • Mereka berkeliling dari rumah ke rumah.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Tarian Cakalele meriahkan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Inlomin, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). kembali meriahkan suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Serupa tahun-tahun sebelumnya, diiringi dentuman tifa, belasan pemuda dengan membawa parang berlenggok seirama.

Rombongan melintasi pemukiman, dan menjadi tontotan seru warga.

Penuh semangat meski lintasan yang dilewati tak dekat.

"Ini tradisi," cetus salah seorang warga, Jirman Rumatiga kepada TribunAmbon.com, Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, tradisi ini telah turun temurun dan ditarikan setiap kali lebaran.

Selain meramaikan perayaan hari kemenangan, tradisi ini dijaga guna mengignat erat persaudaraa.

Baca juga: Takbir Laut Jadi Cara Positif Warga Laha Sambut Hari Kemenangan, Saidna: Target Jadi Wisata Religi

Baca juga: Dari Jembatan Amerika Negeri Laha, Gema Takbir Bersahutan Memecah Ombak Teluk Ambon

“Cakalele ini merupakan tradisi leluhur yang terus kami jaga. Setiap Hari Raya Idulfitri pasti kami laksanakan,” ujar Jirman, Sabtu (21/3/2026).

Lanjutnya, dari rumah ke rumah mereka menari, dan biasanya para penari langsung disawer.

“Kami juga menerima sumbangan sukarela dari setiap rumah,” katanya.

“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berkomitmen menjaga tradisi ini agar tetap hidup sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved