SBT Hari Ini
Krisis Air Bersih di Dusun Birit, Warga Terpaksa Timbah Air, Harap Perhatian Pemerintah
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, anak-anak terlihat ikut membantu orang tua mereka mengambil air menggunakan jeriken.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Warga Dusun Birit, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), masih menghadapi krisis air bersih yang hingga kini belum teratasi, Selasa (17/3/2026).
- Ketiadaan akses air bersih di rumah-rumah warga memaksa mereka harus menimba air dari sumber yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.
- Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, anak-anak terlihat ikut membantu orang tua mereka mengambil air menggunakan jeriken.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Warga Dusun Birit, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), masih menghadapi krisis air bersih yang hingga kini belum teratasi, Selasa (17/3/2026).
Ketiadaan akses air bersih di rumah-rumah warga memaksa mereka harus menimba air dari sumber yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, anak-anak terlihat ikut membantu orang tua mereka mengambil air menggunakan jeriken.
Mereka antre di satu titik sumber air, lalu memikul atau mengangkat air untuk dibawa pulang.
“Setiap hari kami harus ke sini ambil air, karena di rumah tidak ada air bersih sama sekali,” ujar Bapak Amir (25) salah satu warga setempat.
Baca juga: 7 Layanan Prioritas Kementerian ATR/BPN Tersedia bagi Masyarakat di Jawa Timur saat Libur Lebaran
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 18 Maret 2026: Sepanjang Hari Berawan Tebal.
Ia mengaku, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum ada perubahan berarti.
Warga hanya bisa mengandalkan satu sumber air yang digunakan secara bersama-sama.
“Memang airnya lancar, tapi harus timba untuk bawa ke rumah, kalau tidak air minum tidak ada di rumah, jadi harus ambil srtiap jari,” tambahnya.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, karena selain menyulitkan aktivitas warga, juga berdampak pada anak-anak yang harus ikut bekerja mengambil air sejak usia dini.
Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera mengatasi persoalan tersebut.
“Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami di sini. Minimal ada sumur bor atau jaringan air bersih supaya kami tidak lagi susah seperti ini setiap hari,” harap warga lainnya.
Menurut mereka, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali di wilayah terpencil seperti Dusun Birit.
Hingga kini, warga masih bertahan dengan cara tradisional, menimba air demi memenuhi kebutuhan hidup, sambil menunggu adanya solusi nyata dari pemerintah.(*)
| Singgung Polemik di Ruang Publik, Bupati Fachri: Lebih Selektif Sikapi Informasi |
|
|---|
| 2 Kali Mengadu, Pedagang Pasar Gumumae Kecewa Tuntutan Tak Direalisasi DPRD |
|
|---|
| Pasar Gumumae Bula Sepi, Pedagang Soroti Maraknya Penjual di Luar Area |
|
|---|
| Groundbreaking Jembatan Garuda Desa Engglas, Ini Pesan Dandim 1502/Masohi |
|
|---|
| Retribusi Tetap Dipungut, Pedagang Pasar Gumumae Bula Keluhkan Minimnya Air Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jejealmm.jpg)