SBT Hari Ini
Pengamanan Ketat di Pelabuhan Sesar, Polres SBT Antisipasi Peredaran Miras saat Arus Mudik
Pengamanan berlangsung saat aktivitas kedatangan dan keberangkatan Kapal KM Frans Kaesepo yang melayani rute Bula menuju Waigama, Raja Ampat.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Polres Seram Bagian Timur (SBT) memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah selama arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
- Melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026, personel Pos Pengamanan (Pos Pam) Sesar tak hanya fokus mengatur arus penumpang, tetapi juga mengantisipasi masuknya barang berbahaya, termasuk minuman keras (miras), di Pelabuhan Sesar.
- Pengamanan berlangsung saat aktivitas kedatangan dan keberangkatan Kapal KM Frans Kaesepo yang melayani rute Bula menuju Waigama, Raja Ampat.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Timur (SBT) memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah selama arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui Operasi Ketupat Salawaku 2026, personel Pos Pengamanan (Pos Pam) Sesar tak hanya fokus mengatur arus penumpang, tetapi juga mengantisipasi masuknya barang berbahaya, termasuk minuman keras (miras), di Pelabuhan Sesar.
Pengamanan berlangsung saat aktivitas kedatangan dan keberangkatan Kapal KM Frans Kaesepo yang melayani rute Bula menuju Waigama, Raja Ampat, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) Ipda J. Manullang.
Selain memastikan proses embarkasi (naik) dan debarkasi (turun) berjalan tertib, petugas juga melakukan pemeriksaan intensif terhadap barang bawaan penumpang.
Kapolres SBT, AKBP Alhajat, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk menjaga situasi keamanan selama momentum mudik.
“Selain pengamanan penumpang, kami juga fokus pada pemeriksaan barang bawaan untuk mencegah masuknya barang berbahaya maupun miras ke wilayah hukum Polres SBT,” ujarnya.
Baca juga: PLN UIW MMU Apel Siaga: Komitmen Pasokan Listrik Aman dan Andal selama Ramadan
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Elat, PLN Sigap Upayakan Percepatan Pemulihan Pasokan Listrik
Ia menegaskan, pelabuhan merupakan salah satu titik vital yang rawan terhadap potensi gangguan keamanan, sehingga perlu pengawasan ekstra dari aparat.
Menurutnya, kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
“Pengamanan di Pelabuhan Sesar ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” tambahnya.
Berdasarkan data manifest keberangkatan KM Frans Kaesepo pada pukul 13.00 WIT, tercatat sebanyak 30 penumpang turun, 17 penumpang lanjutan, dan 3 penumpang naik.
Operasi Ketupat Salawaku 2026 sendiri berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya.
Kapolres memastikan seluruh personel akan terus siaga dan memantau perkembangan situasi di lapangan selama masa mudik berlangsung.
“Personel kami akan terus memantau situasi secara real-time dan siap mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul,” tutupnya. (*)
| Ultimatum Pemkab SBT: Besok Pedagang Tak Boleh Lagi Jualan di Jalan |
|
|---|
| Penertiban Pedagang Bula Digencarkan, Sebagian Mulai Pindah ke Pasar Utama |
|
|---|
| Speedboat Tabrak Tiang Mercusuar di Perairan Geser, Tiga Warga Desa Tobo Berhasil Dievakuasi |
|
|---|
| Bupati SBT Sebut Penataan Kota Bula Tak Bisa Instan, Harus Terencana |
|
|---|
| Bupati SBT Tegaskan Usulan Musrenbang Harus Prioritas dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jsksnkk.jpg)