SBT Hari Ini
Setahun Kepemimpinan, Pemkab SBT Buka Ruang Kritik Lewat Forum Refleksi
Ia menegaskan kegiatan tersebut untuk menyerap kritik dan masukan masyarakat secara langsung, bukan agenda seremonial semata.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membuka ruang kritik publik melalui kegiatan Refleksi Satu Tahun Penyelenggaraan Pemerintahan periode 2025–2030.
- Forum tersebut sebagai bentuk evaluasi terbuka atas kinerja pemerintahan Fachri Husni Alkatiri dan Wakilnya Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena di tahun pertama ini, Jumat (20/2/2026).
- Ia menegaskan kegiatan tersebut untuk menyerap kritik dan masukan masyarakat secara langsung, bukan agenda seremonial semata.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membuka ruang kritik publik melalui kegiatan Refleksi Satu Tahun Penyelenggaraan Pemerintahan periode 2025–2030.
Forum tersebut sebagai bentuk evaluasi terbuka atas kinerja pemerintahan Fachri Husni Alkatiri dan Wakilnya Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena di tahun pertama ini, Jumat (20/2/2026).
“Refleksi pemerintahan adalah proses evaluasi kritis atas kinerja, kebijakan, dan tindakan pemerintah. Alhamdulillah, tepat 360 hari atau 12 bulan ini merupakan tarikan napas pertama di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Ketua Panitia Kegiatan, Sidik Rumalowak.
Ia menegaskan kegiatan tersebut untuk menyerap kritik dan masukan masyarakat secara langsung, bukan agenda seremonial semata.
“Refleksi ini bukan personal branding atau pencitraan, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral atas amanah rakyat. Refleksi ini juga dijadikan sarana menerima saran dan pendapat konstruktif dari semua pihak,” katanya.
Baca juga: Tingkatkan Pelaku UMKM, Bantuan 41 Booth Telah di Salurkan di Tiga RTP di Kota Ambon
Baca juga: Awal Tahun 2026, Hanya Setengah dari 40 Aleg Malteng Aktif Berkantor
Panitia mengemas kegiatan dalam format open mic dan dialog virtual dengan masyarakat di 16 kecamatan.
Selain membuka ruang kritik, panitia juga membeberkan tujuan utama pelaksanaan refleksi tersebut sebagai landasan evaluasi serta memetakan capaian dan kekurangan selama setahun kepemimpinan.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengevaluasi kinerja dan dampak kebijakan pemerintah,” ujarnya. Kami ingin mengidentifikasi kekurangan dan keberhasilan selama satu tahun,” katanya.
Selain itu, hasil refleksi diharapkan menjadi pijakan perbaikan kebijakan ke depan dalam merespon keluhan masyarakat di Kabupaten SBT.
Kegiatan refleksi juga dirangkaikan dengan konsep Kampung Ramadhan sebagai yang berlangsung sejak 20 Februari hingga akhir Ramadhan di Pantai Wailola.(*)
| Pemkab SBT Ungkap Polemik BSPS di Negeri Hote, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pemkab Seram Bagian Timur Pastikan Negeri Hote Tetap Dapat BSPS, Dijanjikan Masuk Tahap Ketiga |
|
|---|
| Proyek Rp1,7 Miliar Revitalisasi SMPN 18 Mangkrak, Kejati Diminta Turun Tangan Usut |
|
|---|
| Proyek Revitalisasi SMPN 18 SBT Bernilai Rp1,7 Miliar Mangkrak, Kepsek Diminta Bertanggung Jawab |
|
|---|
| Investor Pisang Abaka Kantongi 3.185 Hektare Lahan di Bula Barat SBT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/sfdew.jpg)