Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

Banjir Rendam Kampung Buton Limumir, Warga Keluhkan Tak Ada Penanganan

Hujan deras sejak sore hingga malam memicu banjir di sejumlah titik Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, terutama Kampung Buton Limumir.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
BANJIR - Rumah warga di Kampung Buton, Negeri Administratif Limumir, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (8/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras sejak sore hingga malam memicu banjir di sejumlah titik Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, terutama Kampung Buton Limumir.
  • Genangan air merendam jalan dan rumah warga dengan ketinggian mencapai mata kaki hingga betis orang dewasa.
  • Warga mengeluhkan banjir berulang dan mendesak pemerintah segera melakukan penanganan drainase serta normalisasi kali.

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (8/2/2026).

Wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kampung Buton, Negeri Administratif Limumir. Luapan air tidak hanya merendam badan jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga.

Ketinggian air di sejumlah rumah dilaporkan mencapai di atas mata kaki orang dewasa. Sementara di beberapa rumah lainnya serta di Jalan Lia dan jalan utama Kampung Buton, genangan air mencapai betis orang dewasa.

Baca juga: Darling Recycle Creative Day, Pertamina Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Dini

Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 8 Ferbuari 2026: Pagi–Malam Berawan Tebal, Siang Hujan Ringan

Salah satu rumah yang terdampak adalah milik mantan Komisioner KPU SBT dua periode, Amnun Naqib. Ia menyebut banjir di wilayah tersebut sudah berulang kali terjadi.

“Ini bukan kejadian baru. Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, baik melalui media elektronik maupun media online,” ujarnya.

Menurut Amnun, banjir yang terus berulang menandakan perlunya penanganan serius dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang membidangi kebencanaan dan infrastruktur.

Ia bersama warga mengusulkan sejumlah langkah konkret, antara lain pengerukan sedimen tasi tanah di Kali Waiambohosen, perluasan sistem drainase pada titik-titik luapan air, serta pembangunan drainase atau got baru.

“Solusi ini bukan hanya untuk Kampung Buton Limumir, tetapi juga untuk wilayah lain yang kerap terdampak banjir seperti Timbul Tenggelam, Kampung Gorom, dan Negeri Administratif Sesar,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga mengaku belum melihat adanya penanganan pascabanjir dari instansi terkait.

Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan serius agar banjir tidak terus berulang setiap kali hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved