Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

Kasus Dugaan TPPO Jadi Alarm, Nakertrans SBT Perketat Data Tenaga Kerja

Peristiwa ini membuka kembali fakta masih lemahnya pengawasan terhadap proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja migran asal daerah.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
TENAGA KERJA - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Naketrans) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Mochtar Rumadan. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus yang menimpa Suriani Sula, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya, menjadi alarm serius bagi Pemerintah Daerah. 
  • Peristiwa ini membuka kembali fakta masih lemahnya pengawasan terhadap proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja migran asal daerah, terutama yang berangkat melalui jalur nonprosedural.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kasus yang menimpa Suriani Sula, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya, menjadi alarm serius bagi Pemerintah Daerah. 

Peristiwa ini membuka kembali fakta masih lemahnya pengawasan terhadap proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja migran asal daerah, terutama yang berangkat melalui jalur nonprosedural.

Penguatan edukasi kepada masyarakat, pendataan calon pekerja migran, serta koordinasi lintas lembaga dinilai penting agar kasus serupa tidak kembali terulang dan keselamatan warga SBT yang bekerja di luar negeri dapat lebih terjamin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) SBT menegaskan, pihaknya kini memperketat pendataan seluruh calon tenaga kerja asal SBT yang diberangkatkan ke luar daerah maupun luar negeri.

“Saya sudah minta semua dokumen anak-anak SBT yang dibawa, mulai dari nama, alamat, sampai orang tuanya siapa, supaya kejadian seperti ini bisa dimonitor secara baik,” ujarnya Kamis (5/2/2026).

Meski begitu, dirinya memastikan tidak semua tenaga kerja asal SBT bermasalah. 

Baca juga: Pemda SBT Telusuri Agen Penyalur Warga yang Diduga Disekap di Libya

Baca juga: Potensi Pariwisata di Maluku Tengah Dinilai Bisa Dongkrak  PAD

Hingga saat ini, terdapat tiga hingga empat warga SBT yang bekerja di Arab Saudi melalui perusahaan resmi dan dalam kondisi aman.

“Mereka dikirim melalui perusahaan resmi, sampai hari ini tidak ada masalah,” katanya.

Sementara itu, beberapa warga SBT lainnya masih berada di Jakarta dalam masa penampungan dan pembekalan.

“Mereka masih di penampungan, masih tahap pembekalan, belum diberangkatkan,” katanya.

Pihaknya berkomitmen agar kasus seperti Suriani tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Kami ingin memastikan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Seram Bagian Timur, khususnya terhadap tenaga kerja Indonesia asal SBT,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain berkoordinasi dengan keluarga korban, pemerintah daerah juga terus melacak agensi yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Sampai hari ini kami masih melacak agensinya dari Indonesia siapa yang mengirim, sambil terus berkoordinasi dengan keluarga,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved