Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

Abrasi Parah Dusun Kisola, 10 Rumah Warga Hancur, Kelalaian Pemda Disorot

Bahkan, di beberapa titik, rumah warga kini hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai tanpa perlindungan apa pun.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
ABRASI PANTAI - Potret kondisi terkini rumah warga di dekat bibir pantai Dusun Kelsolat, Negeri Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (2/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Abrasi pantai yang terus mengikis wilayah pesisir Dusun Kelsolat, Negeri Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kian mengkhawatirkan, Senin (2/2/2026).
  • Sedikitnya 10 rumah warga dilaporkan hancur akibat rusaknya talud penahan air laut di bibir pantai.
  • Gelombang laut langsung menghantam permukiman warga karena penahan ombak telah rusak total.

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Abrasi pantai yang terus mengikis wilayah pesisir Dusun Kelsolat, Negeri Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kian mengkhawatirkan, Senin (2/2/2026).

Sedikitnya 10 rumah warga dilaporkan hancur akibat rusaknya talud penahan air laut di bibir pantai.

Gelombang laut langsung menghantam permukiman warga karena penahan ombak telah rusak total. 

Bahkan, di beberapa titik, rumah warga kini hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai tanpa perlindungan apa pun.

Anggota DPRD Kabupaten SBT, Rafly Lahmadi, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, turut membenarkan hal itu.

Dirinya menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama namun belum ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

“Abrasi ini bukan baru terjadi kemarin. Sejak tahun 2023 sampai sekarang belum ada perhatian pemerintah, padahal dampaknya sudah sangat jelas, rumah warga hancur satu per satu,” ujarnya.

Baca juga: Dugaan Cinta Segi Tiga di Ambon Berujung Laporan Pidana di Polda Maluku

Baca juga: Ini 7 Ruas Jalan Target Operasi Larangan Parkir, 33 Kendaraan Digembok

Ia mengungkapkan, sekitar 220 meter garis pantai di Dusun Kisola belum memiliki talud atau penahan ombak sama sekali, sehingga gelombang laut dengan mudah masuk ke area permukiman warga.

“Bayangkan, sekitar 220 meter itu kosong tanpa talud, padahal di lokasi tersebut ada rumah warga dan bahkan jaringan PLN. Ini sangat berbahaya dan bisa berdampak lebih besar jika tidak segera ditangani,” tegasnya.

Rafly menilai, pembiaran yang terjadi selama bertahun-tahun menunjukkan lemahnya respons pemerintah terhadap persoalan abrasi yang mengancam keselamatan warga pesisir.

“Kalau dibiarkan terus, bukan cuma 10 rumah. Bisa jadi seluruh pemukiman di Dusun Kisola akan habis diterjang laut. Pemerintah daerah harus segera turun tangan," tandasnya.

Dirinya mendesak, adanya pembangunan talud penahan ombak sebagai solusi jangka panjang, agar warga tidak terus hidup dalam ancaman abrasi setiap musim gelombang tinggi.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved