SBT Hari Ini
Pedagang Pasar Bula SBT Keluhkan Minimnya Fasilitas Penunjang
Pedagang Pasar Bula menilai kondisi pasar saat ini dinilai tak terurus sejak pertama kali dibangun.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pedagang Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta Pemerintah Daerah agar lebih serius memperhatikan fasilitas penunjang di dalam kawasan pasar.
- Pasalnya, mereka menilai kondisi pasar saat ini dinilai tak terurus sejak pertama kali dibangun.
- Bahkan berbagai fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, mushola, hingga kondisi bangunan pasar dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pedagang Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta Pemerintah Daerah agar lebih serius memperhatikan fasilitas penunjang di dalam kawasan pasar.
Pasalnya, mereka menilai kondisi pasar saat ini dinilai tak terurus sejak pertama kali dibangun.
Bahkan berbagai fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, mushola, hingga kondisi bangunan pasar dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan.
Mama Lan, salah satu pedagang mengatakan ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi pedagang maupun pembeli.
“Air bersih ini sangat penting, apalagi untuk pedagang makanan dan ikan. Selama ini kami sering kesulitan air, jadi harus ambil sendiri dari luar pasar,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Rabu (22/1/2026).
Baca juga: Tambang Gunung Botak Ditata, Wabup Buru Pastikan Ekonomi Rakyat Berjalan
Baca juga: Protes Penertiban, Pedagang Pasar Bula Ancam Jualan di Kantor Bupati SBT
Tak hanya soal air bersih, pedagang juga turuk mengeluhkan mondisi pasar yang dinilai minim penerang.
“Lampu di dalam pasar banyak yang mati, jadi kalau sore hari, suasana sudah gelap, jadi otomatis berpengaruh juga ke pembeli,” katanya.
Selain air dan listrik, pedagang juga menyoroti belum tersedianya mushola yang layak di area pasar.
Padahal, aktivitas jual beli berlangsung hampir sepanjang hari.
“Kami ini dari pagi sampai sore di pasar. Kalau mau salat, kadang bingung tempatnya. Harapannya ada mushola yang benar-benar layak untuk pedagang dan pembeli,” lanjutnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pembenahan agar Pasar Rakyat Kota Bula bisa menjadi pusat ekonomi yang nyaman, bersih, dan aman.
“Kami tidak minta yang berlebihan, hanya fasilitas dasar diperhatikan. Pasar ini sumber penghidupan kami,” tutup Mama Lan.(*)
| Bendungan Wae Bubi di SBT Bakal Diperbaiki, Anggarannya Capai Rp. 300 Miliar |
|
|---|
| Tak Hanya Cetak Sawah Baru, Pemkab Seram Bagian Timur Juga Garap 1.340 Hektare Lahan Tidur |
|
|---|
| Jabatan Kasat Lantas Resmi Berganti, Kapolres SBT Minta Kinerja Lebih Optimal |
|
|---|
| SBT Dapat Suntikan Rp45 Miliar dari Kementan, 1.306 Hektare Sawah Baru Siap Digarap |
|
|---|
| Dishub SBT Akui Kewenangan Terbatas, Mobil Sewa Bukan Angkutan Umum Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Dsggfdjhd.jpg)