SBT Hari Ini
Harga Cabai Di Pasar Bula Turun Jelang Ramadan, Pedagang Akui Masih Sepi Pembeli
kondisi tersebut belum mampu mendongkrak aktivitas jual beli, karena jumlah pembeli masih terlihat terbatas.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Harga cabai di Pasar Rakyat Bula jelang Ramadan mengalami penurunan, cabai rawit Rp80 ribu/kg dan cabai keriting Rp30 ribu/kg.
- Aktivitas pasar masih sepi, jumlah pembeli terbatas dan warga cenderung berbelanja dalam jumlah kecil.
- Pedagang berharap harga tetap stabil dan pasar kembali ramai menjelang awal Ramadan seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, harga cabai di Pasar Rakyat Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), turun harga.
Meski demikian, kondisi tersebut belum mampu mendongkrak aktivitas jual beli, karena jumlah pembeli masih terlihat terbatas.
Pantauan TribunAmbon, Minggu (18/1/2026), kondisi pasar terbilang cukup sepi dari sebelumnya.
Hal itu tampak dari banyaknya lapak pedagang yang telah ditinggalkan pedagang, sementara barang dagangan mereka tampak ditutup rapi menggunakan terpal.
Untuk harga cabai rawit di Pasar Rakyat Bula berada di kisaran Rp. 80 ribu per kilogram.
Sementara cabai keriting dijual Rp. 30 ribu per kilogram.
Harga tersebut diakui pedagang telah mengalami penurunan signifikan, dimana sebelumnya pada Minggu (21/12/2025) lalu, pedagang mengambilnya dari pemasok dengan harga Rp. 100 ribu per kilogram dan menjualnya kepada konsumen menjadi Rp. 120 ribu.
Sementara cabai panjang diambil dari pemasok seharga Rp. 50 ribu per kilogram dan menjual kembali dengan harga Rp. 70 ribu.
Mama Yati, salah satu pedagang cabai mengungkapkan, kondisi tersebut seharusnya menjadi peluang meningkatnya transaksi.
Namun, kenyataannya, suasana pasar masih lengang.
“Harga cabai ini sudah turun, sebelumnya itu cili kecil kami jual Rp. 120 ribu satu kilo, sekarang hanya Rp. 80 ribu, tapi pembeli belum ramai,” ujarnya kepada Tribunambon.com.
Menurutnya, pembeli yang datang ke pasar cenderung berbelanja dalam jumlah kecil.
Sebagian warga masih menahan belanja besar karena menyesuaikan dengan kondisi ekonomi rumah tangga.
“Orang datang beli, tapi sedikit-sedikit. Belum berani belanja banyak walaupun harga stabil,” katanya.
| Akses Sulit Jadi Kendala, PT. Permata Hitam Klarifikasi Distribusi Minyak di Bula Barat |
|
|---|
| Wabup Maluku Tengah Tinjau TPA, Dorong Pengelolaan Sampah Lebih Modern dan Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Fachri Alkatiri Temui Fadli Zon, Dorong Program Rumah Adat di SBT |
|
|---|
| SD 8 Kilmury Dapat Perhatian Pusat, Sekretariat Presiden Langsung Tinjau Lokasi |
|
|---|
| Soal SD Negeri 8 Kilmury, Ini Penjelasan Kadis Pendidikan SBT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Cabai-mahal-eghk.jpg)