SBT Hari Ini
Sampah Plastik Kepung Pantai Tikus Bula, Warga Khawatir Dampak Lingkungan
Pantauan TribunAmbon.com, Sabtu (17/1/2026), sampah tampak berserakan mengikuti garis pantai dan sebagian mengapung di perairan dangkal.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Kondisi Pantai Tikus di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kian memprihatinkan, Sabtu (17/1/2026).
- Tumpukan sampah plastik, kain bekas, dan limbah rumah tangga menggunung di sepanjang bibir pantai.
- Pantauan TribunAmbon.com, Sabtu (17/1/2026), sampah tampak berserakan mengikuti garis pantai dan sebagian mengapung di perairan dangkal.
- Sejumlah perahu nelayan terpaksa bersandar tak jauh dari tumpukan limbah tersebut, sementara air laut terlihat keruh.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi Pantai Tikus di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kian memprihatinkan, Sabtu (17/1/2026).
Tumpukan sampah plastik, kain bekas, dan limbah rumah tangga menggunung di sepanjang bibir pantai.
Pantauan TribunAmbon.com, Sabtu (17/1/2026), sampah tampak berserakan mengikuti garis pantai dan sebagian mengapung di perairan dangkal.
Sejumlah perahu nelayan terpaksa bersandar tak jauh dari tumpukan limbah tersebut, sementara air laut terlihat keruh.
Warga sekitar menilai, kondisi pantai kini sudah jauh dari kata layak, bahkan memunculkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan.
Pasalnya, lokasi tersebut berada di kawasan strategis, dekat dengan permukiman warga dan jalur lalu lintas utama.
Namun, kondisi tersebut justru mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir.
“Setiap hari kami lewat di sini, lingkungannya kotor sekali. Kalau air laut surut, sampah makin kelihatan semua,” ujar Bapak Rahman, seorang warga saat ditemui di lokasi.
Baca juga: Kepatuhan Wajib Pajak di Kabupaten Buru Dinilai Baik, DJP Dorong Aktivasi Aplikasi Coretax
Baca juga: Kongres Era Efisiensi, Prima Surbakti: Ajak GMKI Inovatif dan Mandiri
Warga menilai, persoalan sampah bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang serius.
“Ini bukan satu dua hari. Sudah lama begini, tapi sepertinya dibiarkan saja. Tidak ada pembersihan rutin,” katanya.
Warga juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.
“Banyak yang buang sampah sembarangan. Laut akhirnya jadi tempat sampah besar,” ujar Rahman dengan nada kecewa.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan langkah konkret, mulai dari pembersihan pantai secara berkala, penyediaan tempat sampah, hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Pantai ini sebenarnya bisa jadi bagus kalau dikelola. Tapi kalau dibiarkan terus, hanya jadi bukti pembiaran kalau memang tidak diperhatikan,” tutupnya.(*)
| Jaspel BPJS Tenaga Medis Belum Cair 8 Bulan, RSUD Bula Sebut Terkendala Administrasi |
|
|---|
| Sampah Menggunung di Pasar Bongkar Bula, Warga Soroti Kinerja DLH SBT |
|
|---|
| Pokdarwis Pulau Geser Resmi Dikukuhkan, Anak Muda Ambil Peran Kembangkan Destinasi Wisata |
|
|---|
| Pokdarwis Resmi Kelola Tanusang Geser, Pemkab SBT Siapkan Program Penguatan Wisata |
|
|---|
| Buka Grand Final Duta GenRe 2026, Sekda SBT Dorong Generasi Muda Produktif dan Inovatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kdiansn.jpg)