Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

8 Bulan Gaji Tertunggak, Pekerja PT Kalrez Ancam Bakar Perusahaan

Ketua Serikat Pekerja PT Kalrez Seram Limited, Roni Rumuar, secara terbuka menyampaikan bahwa para pekerja berada di titik frustasi.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
DRPD SBT - Serikat pekerja lingkup PT Karlez Petroleum saat foto bersama usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kabupaten SBT, Rabu (14/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ancaman pembakaran perusahaan mencuat dalam RDP antara DPRD Kabupaten SBT dan perwakilan pekerja PT Kalrez Seram Limited, Rabu (14/1/2026).
  • Hal itu menyusul tunggakan gaji yang tak kunjung dibayarkan selama delapan bulan.
  • Terhitung sejak Mei hingga Desember 2025.
  • Koordinator Aksi sekaligus Ketua Serikat Pekerja PT Kalrez Seram Limited, Roni Rumuar, secara terbuka menyampaikan bahwa para pekerja berada di titik frustasi paling tinggi akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan.

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Ancaman pembakaran perusahaan mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan perwakilan pekerja PT Kalrez Seram Limited, Rabu (14/1/2026).

Hal itu menyusul tunggakan gaji yang tak kunjung dibayarkan selama delapan bulan.

Terhitung sejak Mei hingga Desember 2025.

Koordinator Aksi sekaligus Ketua Serikat Pekerja PT Kalrez Seram Limited, Roni Rumuar, secara terbuka menyampaikan bahwa para pekerja berada di titik frustasi paling tinggi akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan.

“Apa susahnya sih bakar perusahaan? Gampang saja, Pak,” katanya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD SBT saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (14/1/2026). 

Baca juga: Menteri Nusron: Bekali Petugas dengan Product Knowledge dan Hospitality

Baca juga: Tiga Mesin Cetak KTP-el Siap Beroperasi, Disdukcapil Malteng Optimistis Pelayanan Makin Prima ‎

Pernyataan tersebut disampaikan Roni sebagai gambaran emosi dan kondisi psikologis para pekerja, bukan sebagai ajakan tindakan kekerasan. 

Ia menegaskan bahwa hingga kini para pekerja masih menahan diri.

“Kalau saya mampu melakukan dinamika dalam ini, bisa kita kasih hancur ini semua. Tapi hasilnya apa?” katanya.

Menurut Roni, para pekerja sejatinya memiliki kemampuan untuk melakukan aksi-aksi ekstrem, namun memilih tidak melakukannya demi menjaga stabilitas daerah.

Ia menilai, jika perusahaan dihancurkan, dampaknya justru akan merugikan daerah kabupaten Seram Bagian Timur secara luas.

“Kenapa teman-teman tidak melakukan itu? Karena Kalrez adalah salah satu potensi pendapatan asli daerah. Kalau kita hancurkan ini, itu merusak pendapatan daerah,” bebernya. 

Dalam forum tersebut, Roni juga menegaskan bahwa persoalan tunggakan gaji PT Kalrez telah melampaui sekadar sengketa administratif.

“Karena ini sebenarnya sudah pelanggaran kemanusiaan, Pak. Untuk kami, para pekerja tidak punya kemampuan, Pak, saat ini kami tidak punya kemampuan,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved