Minggu, 12 April 2026

SBT Hari Ini

Data EMIS Bermasalah, Guru di SBT Palang Sekolah Desak Kemenag Bertindak

Suliin Kerderak, guru Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Kecamatan Kilmury, memalang sekolah tempat ia bekerja karena Data EMIS Bermasalah

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
ISTIMEWA
PALANG SEKOLAH - Kondisi sekolah MTs NU, Desa Kamar, Kecamatan Kilmury, Kabupaten SBT, Senin (3/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Kisruh data guru dalam sistem EMIS kembali terjadi di Kabupaten SBT. 
  • Protes, Guru MTs NU Kamar, Suliin Kerderak.melakukan pemalangan sekolah.
  • Suliin menuntut Kemenag SBT segera memperbaiki data dan memperkuat pengawasan terhadap validasi data guru.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kisruh data guru dalam sistem Education Management Information System (EMIS) kembali mencuat di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Kali ini, persoalan administrasi itu berujung pada aksi pemalangan sekolah oleh seorang guru madrasah.

Suliin Kerderak, guru biologi di Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) Kamar, Kecamatan Kilmury, yang memalang sekolah tempatnya mengabdi sejak 2015.

"Perlu saya sampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur untuk menyoroti palang yang ada di MTs Nahdlatul Ulama Kamar," ujar Suliin melalui rekaman video yang diterima TribunAmbon.com, Senin (3/11/2025).

Baca juga: Perpustakaan Air Nanang Dorong Transformasi Gerakan Literasi di SBT

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Industri, PLN UP3 Ternate Tingkatkan Daya Listrik PT Alfa Adiel

Ia geram karena data kepegawaiannya di EMIS tidak linear dengan kualifikasi akademiknya, meski sudah 10 tahun mengajar tanpa jeda.

“Saya sudah mengabdi sejak 2015, tapi data saya semester ini tidak linear karena kelalaian operator dan kepala sekolah,” lanjutnya. 

Suliin menyebut, ketidakcocokan data itu membuat statusnya sebagai tenaga pendidik terhambat dalam berbagai urusan administrasi, termasuk pemutakhiran data kepegawaian.

Ia menuding lemahnya koordinasi antara pihak madrasah dan operator menjadi penyebab utama.

"Saya minta operator yang benar-benar tahu kondisi guru di sini. Kalau perlu, pegawai dari Kemenag Seram Bagian Timur datang langsung menyelesaikan masalah ini,"  tegasnya.

Aksi pemalangan yang dilakukan di pintu utama MTs NU Kamar itu disebut akan terus berlanjut hingga pihak Kemenag memperbaiki datanya di sistem EMIS.

“Kalau data saya sudah linear, palang akan saya cabut,” katanya.

Kejadian ini menyoroti persoalan klasik yang kerap terjadi di lingkungan madrasah, terutama terkait minimnya pengawasan terhadap validasi data guru honorer di EMIS.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved