SBT Hari Ini
Pemerintah SBT Dinilai Diam Soal Keberadaan ODGJ di Kota Bula, Warga Minta Segera Ditindaklanjuti
Pasalnya, fenomena ini sudah berlangsung cukup lama, dengan jumlah yang disebut bertamba banyak.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kian meningkat dan berkeliaran di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Rabu (22/10/2025).
Kondisi tersebut dinilai sebagai bukti lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan sosial yang satu ini.
Hal itu dikeluhkan sejumlah warga, lantaran hingga kini pemerintah daerah terkesan diam dan belum mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut.
Pasalnya, fenomena ini sudah berlangsung cukup lama, dengan jumlah yang disebut bertamba banyak.
“Orang gila di Bula ini makin banyak, tapi tidak ada tindakan sama sekali. Kita heran, dinas yang urus ini kerja apa sebenarnya? Masa dibiarkan begitu saja,” ujar Tajudin (41) salah satu tukang ojek kepada TribunAmbon.com.
Baca juga: Peletakan Batu Pertama Gedung SPPG Namlea, Wujud Dukungan Program Gizi Nasional
Baca juga: Titik Baca Digital Perpusnas Jadi Akses Digital Pertama di Manusela, Raja Sampaikan Terima Kasih
Menurutnya, jika pemerintah terus mengabaikan masalah ini, bukan tidak mungkin suatu saat akan terjadi insiden yang merugikan masyarakat.
“Kita takutnya jangan sampai terjadi apa-apa kepada masyarakat, tiba-tiba tidak terima lalu main hakim sendiri, kan kasihan juga," jelasnya.
Dari pantauan TribunAmbon.com, para ODGJ kerap terlihat berpindah-pindah di sekitar jalan utama, depan pertokoan, hingga dekat area sekolah maupun taman.
Beberapa di antaranya bahkan tampak dalam kondisi fisik yang memprihatinkan, tanpa pakaian layak dan hidup bergantung dari belas kasih warga.
“Kasihan sebenarnya, tapi pemerintah harus turun tangan. Ini sudah masuk urusan sosial dan kesehatan masyarakat,” lanjut Tajudin.
Ia menilai, persoalan ini bisa ditangani jika pemerintah serius melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit maupun lembaga sosial yang menangani gangguan kejiwaan.
“Kita ini daerah kecil, ODGJ yang berkeliaran bisa dihitung. Kalau pemerintah mau, bisa ditangani cepat. Tapi sepertinya tidak ada perhatian,” sesalnya.
Meski begitu, dirinya berharap setempat segera mengambil langkah nyata untuk menertibkan dan merawat para ODGJ tersebut, baik melalui rehabilitasi maupun pengawasan khusus.
“Ini demi keselamatan bersama, bukan cuma buat masyarakat, tapi juga untuk kebaikan mereka (ODGJ) sendiri,” tutupnya.(*)
| Bapenda SBT Tegas, Rp163 Juta Temuan BPK Dipastikan Kembali ke Kas Daerah |
|
|---|
| Pesan Tegas Wamendiktisaintek RI: Lulusan Daerah di SBT Jangan Minder, Berani Bersaing! |
|
|---|
| 53 Sarjana Baru STKIP IWN Siap Terjun, Bupati SBT Soroti Tantangan Globalisasi |
|
|---|
| Dermaga Feri Airnanang Tak Terawat, Dishub SBT Sebut Terkendala Kewenangan dan Anggaran |
|
|---|
| Terminal Bula Baru 25 Persen, Dishub Mulai Operasikan Bus Bertahap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jsisnakao.jpg)