SBT Hari Ini
Krisis Air Bersih di Desa Lapela SBT, Warga Harus Jalan Kaki Berkilo Meter
Kondisi memprihatinkan ini disaksikan langsung Anggota DPRD SBT, Ahmad Voth saat melaksanakan reses di Kecamatan Siwalalat beberapa waktu lalu.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Potret kesulitan hidup masih dialami warga Desa Administratif Lapela, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga kini, Sabtu (11/4/2026).
- Pasalnya, hanya ntuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa berjalan kaki berkilo-kilometer setiap hari.
- Kondisi memprihatinkan ini disaksikan langsung Anggota DPRD SBT, Ahmad Voth saat melaksanakan reses di Kecamatan Siwalalat beberapa waktu lalu.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Potret kesulitan hidup masih dialami warga Desa Administratif Lapela, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga kini, Sabtu (11/4/2026).
Pasalnya, hanya untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa berjalan kaki berkilo-kilometer setiap hari.
Kondisi memprihatinkan ini disaksikan langsung Anggota DPRD SBT, Ahmad Voth saat melaksanakan reses di Kecamatan Siwalalat beberapa waktu lalu.
“Ibu-ibu, perempuan, bahkan anak-anak harus memikul air dan berjalan berkilo-kilometer masuk ke desa mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini bukan hanya sekadar persoalan infrastruktur, tetapi sudah menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dipenuhi.
Ia menegaskan, penyediaan air bersih harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama DPRD.
“Ini kebutuhan mendasar. Masyarakat berharap ada solusi nyata agar mereka tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Baca juga: Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun oleh Satgas PKH
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Ambon: Didominasi Awan Tebal dengan Potensi Hujan Petir
Selain persoalan air bersih, Voth juga menyinggung kondisi layanan pendidikan di Kecamatan Siwalalat.
Ia menyebut, hingga kini belum tersedia gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pendidikan di wilayah tersebut.
Padahal, keberadaan UPTD dinilai penting sebagai pusat koordinasi dan pelayanan pendidikan di tingkat kecamatan.
“Di tengah semangat pemerintah mendorong pendidikan, justru fasilitas dasar seperti UPTD belum ada di Siwalalat,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik dalam penyediaan air bersih maupun peningkatan layanan pendidikan di wilayah tersebut.
“Harapan masyarakat sederhana, mereka ingin hidup lebih layak. Air bersih tersedia, pelayanan pendidikan juga bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.(*)
| Kasus Penganiayaan di Desa Keffing Masuk Tahap Penuntutan, Tersangka Diserahkan ke Jaksa |
|
|---|
| Jaspel Nakes RSUD Bula Tertahan 8 Bulan, Direktur Jamin Hak Pegawai Tetap Dibayar |
|
|---|
| Jaspel BPJS Tenaga Medis Belum Cair 8 Bulan, RSUD Bula Sebut Terkendala Administrasi |
|
|---|
| Sampah Menggunung di Pasar Bongkar Bula, Warga Soroti Kinerja DLH SBT |
|
|---|
| Pokdarwis Pulau Geser Resmi Dikukuhkan, Anak Muda Ambil Peran Kembangkan Destinasi Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Hdisnoo.jpg)