Rabu, 8 April 2026

Maluku Terkini

Pencarian Hari Terakhir, Satu Penumpang KM 3 Bersaudara Belum Ditemukan

encarian terakhir satu korban tenggelam KM 3 Bersaudara di antara Perairan Pulau Ambon dan Pulau Buru, masih dilakukan hari ini, Kamis (20/1/2022).

Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Salama Picalouhata
Sumber; Komandan Pos Sandar Polairud Pulau Buru.
Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian hari keempat penumpang KM 3 Bersaudara, Senin (17/1/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Pencarian terakhir satu korban tenggelam KM 3 Bersaudara di antara Perairan Pulau Ambon dan Pulau Buru, masih dilakukan hari ini, Kamis (20/1/2022).

Korban tenggelamnya KM 3 Bersaudara bernama Arifin Tomia, hingga kini belum ditemukan.

Koordinator Pos SAR Namlea, Rahmat Palapia mengatakan, sejak dinyatakan hilang pada Jumat (14/1/2022) lalu, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian. 

"Untuk penumpang KM 3 Bersaudara yang masih belum ditemukan, hari ini terakhir pencarian oleh rekan-rekan di Ambon," kata Palapia saat dihubungi TribunAmbon.com melalui Whatsapp, Kamis siang.

Palapia mengaku, meski hari ini adalah proses pencarian terakhir, namun apabila ada tanda-tanda keberadaan korban, maka pencarian dilanjutkan kembali.

Baca juga: Polisi Kirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Kasus PNS Palsukan Rapid Test ke Kejaksaan

Baca juga: Mantan Bupati Buru Selatan Tagop Soulissa Dikabarkan Jadi Tersangka, Ini Pernyataan KPK

"Walaupun ini pencarian ter akhir, dan kalau tidak ditemukan maka proses pecarian ditutup. Tapi apabila ada tanda-tanda korban, pencarian akang dilanjutkan kembali," ungkap Palapia.

Palapia melanjutkan, apabila korban sudah tidak lagi ditemukan, maka dinyatakan hilang.

Sebelumnya, penumpang bernama Arifin Tomia, yang sempat dikabarkan menyelamatkan diri menggunakan perahu berukuran kecil, namun sampai saat ini tidak pernah kembali.

Seperti diberitakan, KM 3 Bersaudara bertolak dari pelabuhan Natukau, Ongkoliong, Kota Ambon, menuju Desa Namlea Ilath, Kabupate Buru, Jumat (14/1/2022) dini hari.

Dalam perjalanan kapal mengalami mati mesin, lalu terombang-ambing di lautan, sampai akhirnya tenggelam, Jumat (14/1/2022) kemarin.

Dalam kapal, ada sembilan penumpang termasuk nahkoda kapal. Delapan penumpang lainnya telah ditemukan selamat.

Kapal kayu itu juga membawa muatan 100 sak semen dan sembako. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved