Rabu, 8 April 2026

Protes RSUP

Pasien Meninggal, Kerabat dan Keluarga Seruduk RSUP Leimena Ambon

Sempat terjadi adu mulut, namun situasi berhasil dikendalikan personil Polsek Teluk Ambon yang tiba tak lama setelah aksi berlangsung.

|
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com
PROTES - Puluhan pemuda dan keluarga pasien protes layanan RSUP. Dr. J.Leimena. Massa saat beraada di depan IGD Jumat (3/4/2026) Malam. 
Ringkasan Berita:
  • Kerabat dan keluarga seruduk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.  J. Leimena, Jumat (3/4/2026), buntut kematian seorang anak.
  • Mereka protes akan meninggalnya pasien yang disebut akibat kelalaian tenaga kesehatan hingga medis di rumah sakit plat merah itu.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kerabat dan keluarga pasien seruduk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.  J. Leimena, Jumat (3/4/2026) malam.

Mereka protes akan meninggalnya seorang anak (2) yang disebut akibat kelalaian tenaga kesehatan hingga medis di rumah sakit plat merah itu.

Tiba sekira pukul 20.00 WIT, massa langsung dicegat petugas keamanan rumah sakit.

Sempat terjadi adu mulut, namun situasi berhasil dikendalikan personil Polsek Teluk Ambon yang tiba tak lama setelah aksi berlangsung.

Dikonfirmasi TribunAmbon.com, ayah pasien Gani Wowotubun (30) mengaku kecewa, putrinya yang mengalami penumpukan cairan di bagian perut akhirnya tak tertolong setelah empat hari di ruang perawatan.

Baca juga: Harga ikan di Pasar Maren Tual Variatif, Momar Rp20 ribu per 4 Ekor

Baca juga: Miris! Udara Sejuk di Jl Un Pantai Kota Tual Tercemar Bau Busuk Sampah

Menurutnya, si buah hari hanya mendapatkan tindakan medis berupa suntikan penghilang rasa sakit tak lama setiba di IGD, Senin (30/3/2026).

Selanjutnya tak ada lagi tindakan lanjutan hingga sekira pukul 16.00 WIT, Jumat (3/4/2026), menghembuskan nafas terakhir.

"Beta (saya) yakin rumah sakit yang besar ini bisa selamatkan beta (saya) punya anak, tapi ternyata tidak bisa," ujarnya saat di wawancarai Tribun Ambon.com. 

Tak ditemui perwakilan rumah sakit, massa kemudian membacakan pernyataan sikap sebelum membubarkan diri.

"Kami meminta kepada Gubernur Maluku dan DPRD Maluku untuk mengevaluasi kinerja petugas RSUP Dr. J. Leimena Ambon, agar hal-hal sedemikian tidak menimpa masyarakat lainnya terutama di Maluku," tegasnya. 

Manajemen rumah sakit pun tak bersedia memberikan keterangan setelah didatangi jurnalis, Sabtu (4/4/2026).

"Libur, hari Senin baru datang," ujar salah seorang perwakilan rumah sakit. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved