Ambon Hari Ini
Ambon Bebas Malaria, Dinkes: Langkah Awal Jaga Kebersihan Lingkungan
Disisi lain, Norimarna mengatakan tak menutup kemungkinan, akan ada kasus-kasus impor, yang tidak terjadi di Kota Ambon.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Johan Norimarna, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan lokal terkait penularan penyakit Malaria.
- Mengingat sebelumnya, Dinkes kota Ambon mendapatkan sertifikat eliminasi malaria pada 31 Mei 2022 lalu oleh Menteri Kesehatan RI pada puncak peringatan Hari Malaria se-dunia di Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
- Melalui serifikat ini Kota Ambon menjadi daerah pertama di Maluku dengan status itu berdasarkan penilaian dari WHO.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Johan Norimarna, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan lokal terkait penularan penyakit Malaria.
Mengingat sebelumnya, Dinkes kota Ambon mendapatkan sertifikat eliminasi malaria pada 31 Mei 2022 lalu oleh Menteri Kesehatan RI pada puncak peringatan Hari Malaria se-dunia di Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melalui serifikat ini Kota Ambon menjadi daerah pertama di Maluku dengan status itu berdasarkan penilaian dari WHO.
Sehingga saat ini belum ada laporan lokal resmi terkait tren malaria dari masyarakat.
Disisi lain, Norimarna mengatakan tak menutup kemungkinan, akan ada kasus-kasus impor, yang tidak terjadi di Kota Ambon.
Dikatakannya apabila ditemukan satu saja kasus maka status tersebut akan resmi dicabut.
"Katong (kami) belum dapat kasus Malaria di lokal, jika ada satu satu kasus berarti status eliminasi kita bisa di cabut," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, usai menghadiri program WAJAR di Balai Kota Ambon, Maluku, pada Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Forkopimda dan Pemuka Agama di Malteng Imbau Jaga Kamtibmas Jelang 3 Hari Raya Keagamaan
Baca juga: Pemuka Agama di SBT Imbau Hindari Konvoi dan Miras saat Takbiran Idul Fitri 1447 H
Untuk itu Norimarna mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal berantas nyamuk.
Dengan menerapkan 3M yaitu Menimbun, Menutup dan Menguras.
"Kita harus bersihkan lingkungan, selain itu harus menimbun kaleng-kaleng rongsokan yang tertampung air, menutup wadah-wadah terbuka, dan menguras bak mandi secara berkala, dapat mencegah perkembangan biakan nyamuk," tambahnya.
Disisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat terkait penggunaan Fogging.
Dijelaskannya Fogging atau pengasapan menggunakan insektisida itu hanya untuk membunuh nyamuk dewasa, tidak pada jentiknya.
Sehingga Fogging hanya solusi sementara bukan utama berantas perkembangan biakan nyamuk.
Menurutnya, pemberantasan harus dimulai dari lingkungan yang bersih dan nyaman.
Norimarna berharap masyarakat dapat membersihkan lingkungan secara rutin, mengingat saat ini sudah memasuki musim pancaroba. (*)
| Polisi Gagalkan Penyelundupan 210 Liter Sopi dari KM Cantika Lestari 10C di Ambon |
|
|---|
| 148 Siswa SD SMP se-Kota Ambon Ikut Kompetisi Renang Antar Pelajar, Ini Harapan Wali Kota |
|
|---|
| Sengketa Kepala Dati Nasela Memanas, Raja Hitumessing dan Camat Leihitu Digugat ke PTUN Ambon |
|
|---|
| 30 Calon Taruna-taruni Akpol Masuk Seleksi CAT dan PMK, Libatkan Pengawas Internal dan Eksternal |
|
|---|
| Tinjau Lokasi Longsor di BTN Gadihu, Wali Kota Sebut Pembangunan Tidak Penuhi Aspek Teknis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-nyamuk-demam-berdarah.jpg)