Bakar Kampus
PMII Unpatti Imbau Kader Tetap Tenang Pasca Penikaman Mahasiswa, Percayakan Proses Hukum ke Polisi
PMII Unpatti mengimbau kader tetap tenang dan tidak terpancing konflik pasca penikaman mahasiswa di Universitas Pattimura.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Majelis Pembina Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Pattimura mengimbau kader tetap tenang dan tidak terpancing konflik pasca penikaman mahasiswa di Universitas Pattimura
- Pembina PMII Rifaldi Panigfat meminta kader tidak terlibat aksi fisik, tidak menyebarkan isu SARA, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat kepolisian.
- Polisi sebelumnya menetapkan mahasiswa FISIP Moksen Madubun sebagai tersangka penikaman terhadap mahasiswa FEB Datu Huseik Letsoin yang kini masih dirawat.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Insiden penikaman yang menimpa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura beberapa waktu lalu masih menyisakan dinamika di lingkungan kampus, Kamis (12/3/2026).
Menyikapi situasi tersebut, Majelis Pembina Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Pattimura mengimbau seluruh kader agar tetap tenang dan tidak terlibat dalam konflik fisik.
Majelis Pembina PMII Komisariat Pattimura, Rifaldi Panigfat, menegaskan bahwa organisasi menginginkan suasana kondusif di lingkungan kampus pasca-insiden penikaman yang terjadi usai kegiatan rapat mahasiswa pada akhir Februari 2026.
Baca juga: 7 Fakta di Balik Penikaman Mahasiswa dan Pembakaran Fasilitas di Universitas Pattimura
Baca juga: Balap Liar Viral di Saumlaki - Kabupaten Tanimbar, Polisi Datangi Rumah Pelaku tuk Pembinaan
Menurut Rifaldi, kader PMII diminta tidak terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik lanjutan di kalangan mahasiswa.
“Kami menghimbau seluruh kader dan anggota PMII untuk menahan diri, tetap tenang, serta tidak terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang yang dapat memperkeruh suasana di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Rifaldi menjelaskan, ada sejumlah poin penting yang disampaikan kepada kader organisasi sebagai langkah menjaga stabilitas kampus.
Pertama, kader diminta menahan diri dan tetap tenang, serta tidak terprovokasi oleh berbagai isu atau upaya adu domba yang berpotensi memperuncing konflik.
Kedua, kader diingatkan tidak terlibat dalam aksi fisik maupun mobilisasi massa yang mengarah pada tindakan anarkis atau balas dendam.
“Kita harus mengedepankan nilai intelektualitas dan kedamaian sebagai identitas mahasiswa,” katanya.
Ketiga, PMII meminta seluruh kader mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah Maluku, agar proses hukum berjalan profesional.
Keempat, kader diminta tidak menyebarkan narasi sensitif, terutama yang mengaitkan insiden tersebut dengan isu SARA.
Kelima, seluruh kader diharapkan tetap menjaga solidaritas antar elemen mahasiswa serta berperan sebagai agent of peace untuk memulihkan suasana akademik di lingkungan kampus.
“PMII harus menunjukkan bahwa organisasi ini menjunjung tinggi hukum, persaudaraan, dan menjaga nama baik almamater,” tegas Rifaldi.
Rifaldi juga menyinggung keterlibatan kader PMII dalam dinamika yang terjadi di luar kampus pasca bentrok antar mahasiswa di dalam FEB Unpatti.
| Polisi Susah Payah Bongkar Pelaku, Kini Kasus Penikaman Mahasiswa Unpatti Berdamai di Kejaksaan |
|
|---|
| Kasus Pembakaran Fasilitas Unpatti Naik Sidik, Polisi Minta Terlapor Hadir Sebelum Dijemput Paksa |
|
|---|
| Berkas Lengkap, Polisi Limpahkan Tersangka Penikaman Mahasiswa Unpatti ke Kejari Ambon |
|
|---|
| 2 Bulan Berlalu Pelaku Pembakaran Kampus Unpatti Belum Ditangkap, Kasus ke Tahap Penyidikan |
|
|---|
| 41 Hari Berlalu, Terduga Pelaku Pembakaran Fasilitas Unpatti Mangkir dari Panggilan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/PMII-Unpatti-Ambon.jpg)